Oleh: Pdt Mis Ev. Daniel Pardede,MH Yesus berdiri di atas bukit dan menyampaikan sebuah pesan yang mengguncang dasar hati manusia:
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Matius 5:7)
Firman ini tidak hanya mengajarkan etika, tetapi membukakan rahasia kerajaan Allah—hanya hati yang dipenuhi kasih Kristus yang mampu hidup dalam kemurahan sejati. Kemurahan yang tidak dibatasi siapa pun, tidak disaring oleh kepentingan apa pun, dan tidak digerakkan oleh balasan dari siapa pun.
Kasih Kristus adalah kasih yang sanggup menembus kebencian. Kasih Kristus adalah kasih yang sanggup menjangkau mereka yang melukai kita. Kasih Kristus adalah kasih yang tetap memberi, sekalipun diri sendiri disakiti.
Di kayu salib, ketika dunia menolak Dia, Yesus tidak memaki. Ia tidak membalas. Ia tidak bersuara kasar. Sebaliknya, Ia mengucapkan doa yang mencabik langit:
“Bapa, ampunilah mereka.”
Inilah puncak kemurahan. Inilah standar kasih yang Tuhan kehendaki bagi murid-murid-Nya. Tidak ada yang lebih menyala daripada kasih yang memilih untuk tetap murah hati kepada orang yang membenci kita.
*HANYA ORANG YANG DILAHIRKAN BARU YANG MAMPU MELAKUKANNYA*
Dunia tidak mengenal kasih seperti ini. Dunia mengasihi karena dibalas. Dunia memberi karena ingin kembali. Dunia menolong karena ada kepentingan.
Tetapi orang yang telah disentuh Roh Kudus menerima sumber kasih yang berbeda. Kasih yang tidak berasal dari kemanusiaan kita, melainkan berasal dari takhta Allah.
Hanya orang yang telah menerima IMAN, PENGHARAPAN, dan KASIH yang mampu berdiri tegak di tengah dunia yang penuh ego, dan tetap berkata:
“Aku memilih bermurah hati, sebab Tuhan telah bermurah hati kepadaku.”
*PELITA KEMURAHAN YANG BERASAL DARI ALLAH*
Bangsa Mesir pun suatu waktu memberi kemurahan kepada Israel secara tidak sadar, karena Allah sendiri yang menggerakkan hati mereka (Ulangan 12:36). Mereka memberi, tetapi tidak dengan kesadaran. Lalu mereka menyesal, mengejar, dan akhirnya binasa di laut.
Itu bukan kemurahan sejati. Itu bukan kemurahan dari hati. Itu kemurahan yang lahir dari paksaan.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.