Jakarta, Sinata.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih bertahan di level tinggi pada perdagangan Selasa (16/6/2026). Berdasarkan informasi resmi Logam Mulia, harga emas Antam tetap berada di angka Rp2.729.000 per gram, tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga beli kembali (buyback) juga tidak mengalami perubahan dan bertahan di level Rp2.500.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan harga buyback saat ini mencapai Rp229.000 per gram.
Stabilnya harga emas terjadi setelah sebelumnya logam mulia sempat mengalami fluktuasi cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat banyak investor mulai mencermati prospek investasi emas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Harga emas yang diumumkan Logam Mulia merupakan harga pembelian emas dari gerai resmi Antam. Adapun harga buyback adalah nilai yang diterima investor saat menjual kembali emas kepada Antam.
Perbedaan harga jual dan buyback menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan investor. Dengan spread yang cukup lebar, investasi emas dinilai lebih cocok untuk tujuan jangka panjang dibandingkan perdagangan jangka pendek.
Berdasarkan perhitungan harga buyback saat ini, investor yang membeli emas dalam beberapa bulan terakhir masih berpotensi mengalami kerugian apabila menjualnya kembali saat ini. Sebaliknya, investor yang membeli emas sejak tahun 2024 hingga pertengahan 2025 masih menikmati keuntungan yang cukup signifikan.
Sebagai ilustrasi, pembelian emas pada Juni 2025 dengan harga sekitar Rp1.968.000 per gram masih memberikan potensi keuntungan lebih dari 27 persen berdasarkan harga buyback saat ini. Bahkan investor yang membeli emas pada September 2024 berpotensi memperoleh keuntungan di atas 70 persen.
Pengamat pasar menilai harga emas masih mendapat dukungan dari tingginya permintaan aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global, pergerakan suku bunga bank sentral dunia, serta dinamika geopolitik internasional.
Meski demikian, investor diimbau tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Fluktuasi harga emas dalam jangka pendek masih mungkin terjadi seiring perubahan sentimen pasar global dan pergerakan nilai tukar mata uang.
Bagi investor pemula, strategi pembelian bertahap atau dollar cost averaging (DCA) dinilai lebih aman untuk mengurangi risiko volatilitas harga. Selain itu, memahami selisih antara harga jual dan buyback menjadi langkah penting agar investasi emas dapat memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.