MENU
πŸ“Siantar πŸ“Simalungun πŸ“Medan πŸ“Singkil πŸ“Taput πŸ“Sibolga
Dunia Penuh Permasalahan: Kerusakan Moral, Penderitaan Alam, dan Harap...
WA FB
Religi

Dunia Penuh Permasalahan: Kerusakan Moral, Penderitaan Alam, dan Harapan Keselamatan di Dalam Kristus

F Editor : Ferry SP Sinamo | 18 Jan 2026 | 10:28 WIB
Dunia Penuh Permasalahan: Kerusakan Moral, Penderitaan Alam, dan Harapan Keselamatan di Dalam Kristus
Pdt Manser Sagalah MTh
Oleh : Pdt Manser Sagala,M.TH. DUNIA PENUH DENGAN PERMASALAHAN NYA ( bag. 2 ) Dunia saat ini memang sering kali terasa sangat berat. Dari krisis moral, kerusakan alam, hingga konflik antarmanusia, rasanya "kerusakan" adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi bumi kita. Dalam pandangan iman (khususnya dari perspektif Alkitab ), kerusakan ini bukanlah rencana awal Sang Pencipta, melainkan konsekuensi dari pilihan manusia. Berikut adalah penjelasan berdasarkan Firman Tuhan: 1. Akar Penyebab: Kejatuhan Manusia ke Dalam Dosa Baca juga:Dipilih dalam Kelemahan: Panggilan Kesetiaan Mengikuti Kristus di Tengah Tantangan Iman Kerusakan dunia dimulai ketika manusia memilih untuk tidak taat. Hal ini memutus hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam semesta. Roma 5:12 "Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa." Kejadian 3:17-18 Tuhan berfirman bahwa karena pelanggaran manusia, tanah menjadi terkutuk. Inilah mengapa kita menghadapi bencana alam dan kesulitan dalam mencari nafkah. 2. Gejala Kerusakan: Krisis Moral dan Kasih yang Menjadi Dingin Firman Tuhan sudah menubuatkan bahwa di akhir zaman, kualitas moral manusia akan semakin merosot. Kerusakan bukan hanya terjadi secara fisik, tapi pada karakter manusia itu sendiri. 2 Timotius 3:1-5 "Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri... tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik." Matius 24:12 "Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin." Baca juga:Menghadapi Fitnah dan Tantangan dengan Iman: Belajar Tenang dan Dewasa Bersama Kristus 3. Alam yang Menderita Bukan hanya manusia yang merasakan dampak kerusakan, seluruh ciptaan pun ikut "mengeluh" karena eksploitasi dan ketidakseimbangan yang disebabkan oleh dosa. Roma 8:22 "Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin." 4. Harapan di Tengah Kerusakan Meskipun dunia rusak, Firman Tuhan tidak membiarkan kita dalam keputusasaan. Tuhan menjanjikan pemulihan bagi mereka yang berseru kepada-Nya. Yohanes 16:33 "Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. Wahyu 21:4-5 Tuhan menjanjikan langit dan bumi yang baru, di mana "Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita." Kesimpulan Dunia ini rusak karena manusia menjauh dari Sumber Kehidupan. Namun, kerusakan ini bersifat sementara bagi mereka yang menaruh harap pada Tuhan. Kita dipanggil untuk menjadi "garam dan terang" di tengah kegelapan ini, membawa sedikit perbaikan di mana pun kita berada.Β  Saya Pdt Manser Sagala MTh mengajak kita semua untuk berjalan bersama dengan Tuhan Yesus untuk menghadapi dunia yang penuh Dengan permasalahan nya. Di tengah dunia yang semakin gelap oleh dosa, kekerasan, dan ketidakadilan, iman kepada Kristus menjadi satu-satunya jangkar yang teguh. Baca juga:Sarapan Pagi Kristen: Menguatkan Jiwa melalui Pengharapan dalam Kristus Jangan biarkan kerusakan dunia merampas pengharapan kita, sebab Tuhan tetap bekerja di tengah kekacauan. Mari kita hidup setia, menjadi terang dalam kegelapan, menjadi pembawa kasih di tengah kebencian, dan menjadi saksi pengharapan di dunia yang terluka ini. Sebab di dalam Yesus Kristus, dunia yang rusak memiliki masa depan, dan hidup yang lelah menemukan pemulihan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.(A27)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.