Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K •DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Dianggap Tak Berguna, Tagar #ErickOut dan #KluivertOut Meledak, Netizen Geram!

tagar #erickout dan #kluivertout meledak di x! netizen indonesia marah usai garuda tumbang dari irak di kualifikasi piala dunia 2026.
Erick Thohir - Patrick Kluivert. (Ist)

Sinata.id – Suasana jagat maya hari ini, Minggu (12/10/2025) mendidih. Kekalahan Timnas Indonesia dari Irak pada laga kedua Grup B Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia memicu gelombang kekecewaan yang deras di media sosial.

Sejak dini hari, lini masa X (dulu Twitter) dibanjiri kritik, sindiran, hingga tagar bernada protes yang langsung mengarah pada dua sosok penting sepak bola nasional, Erick Thohir dan Patrick Kluivert.

Advertisement

Hingga pukul 17.26 WIB, pantauan memperlihatkan sepuluh tagar terpopuler di X didominasi percakapan seputar Timnas Garuda. Namun dua yang paling mencuri perhatian adalah #ErickOut dan #KluivertOut, seruan khas netizen ketika publik merasa seseorang layak “turun jabatan”.

Baca Juga: Dilibas Irak, Asa Timnas ke Piala Dunia 2026 Resmi Padam

Baca Juga  Dua Barak di Percut Sei Tuan Dihabisi Aparat, Tujuh Orang Diciduk

Kekecewaan Lama yang Meledak Lagi

Bagi penggemar setia Timnas, kekecewaan ini bukan baru. Akar kemarahan sudah tumbuh sejak penghujung 2024, saat Erick Thohir memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan yang dianggap membawa perubahan besar bagi skuad Garuda.

Kala itu publik masih berusaha memahami alasan pergantian tersebut. Namun keputusan berikutnya, menunjuk Patrick Kluivert, mantan bintang Belanda yang minim prestasi sebagai pelatih tim senior, justru mempertebal rasa ragu.

Erick punya alasan, sebagian besar pemain timnas kini berasal dari diaspora Belanda, dan Kluivert diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih cair di ruang ganti. Tapi prediksi itu belum terbukti.

Baca Juga: Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup di Hambalang, Bahas Isu Strategis Nasional

Baca Juga  Jay Idzes Optimistis Sambut FIFA Series 2026, Era Baru Timnas Indonesia Bersama John Herdman

Rentetan Kekalahan dan Strategi yang Tak Menjawab

Sejak dipegang Kluivert, performa Indonesia naik-turun. Garuda sempat dipermalukan Australia 1-5, lalu dibantai Jepang 0-6 di babak sebelumnya. Dua kemenangan tipis atas Bahrain dan China (1-0) memang sempat menyalakan asa, tapi euforia itu sirna setelah tim kembali mandek di babak keempat.

Dalam laga-laga terakhir, lini depan tampak tumpul. Dua gol Indonesia saat menghadapi Arab Saudi lahir dari titik putih, sementara melawan Irak, tak ada satu pun gol tercipta. Strategi Kluivert yang diharapkan membawa warna baru justru dinilai membingungkan publik.

Erick Minta Maaf

Serangan komentar datang tanpa jeda. Banyak yang menilai duet Erick–Kluivert gagal menjaga momentum kebangkitan sepak bola nasional.

Menanggapi derasnya kritik, Erick Thohir akhirnya buka suara melalui akun Instagram pribadinya. Dalam pernyataannya, Erick mengakui hasil pahit itu sekaligus menegaskan bahwa capaian Garuda yang menembus babak keempat Kualifikasi Piala Dunia merupakan prestasi historis.

Baca Juga  Dua Perpres AI Disiapkan, Atur Peta Jalan dan Aspek Keamanan Teknologi

“Terima kasih kepada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan luar biasa hingga Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia bisa mencapai tahap sejauh ini,” tulis Erick.

“Kami memohon maaf, mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan,” tambahnya.

Meski belum sampai di puncak mimpi, perjalanan Timnas Indonesia sudah menorehkan catatan penting di lembar sejarah sepak bola Tanah Air. Namun, badai kritik ini menjadi sinyal keras, publik ingin lebih dari sekadar “berjuang dengan baik.” Mereka menuntut hasil nyata. [zainal/a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini