Bodo, Sinata.id – FK Bodo/Glimt kembali menghadirkan kejutan besar di Liga Champions 2025/2026. Wakil Norwegia itu menundukkan Inter Milan dengan skor 3-1 pada leg pertama play-off 16 besar di Aspmyra Stadion, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Suhu dingin Kota Bodo yang mencapai minus 10 derajat Celcius seakan turut membekukan ambisi Nerazzurri. Tuan rumah tampil efektif dan disiplin untuk meredam pengalaman raksasa Serie A tersebut.
Hogh Jadi Aktor Utama
Penyerang asal Denmark, Kasper Hogh, menjadi bintang kemenangan Glimt. Ia menyumbang dua assist dan satu gol dalam laga ini.
Bodo/Glimt membuka keunggulan pada menit ke-20. Umpan tumit cerdas Hogh membelah pertahanan Inter dan memberi ruang bagi Sondre Brunstad Fet untuk melepaskan tembakan terukur ke sudut bawah gawang.
Baca juga:Real Madrid dan Inter Milan Masuk Playoff, Ini Jadwal Drawing Liga Champions 2025/2026
Inter merespons sepuluh menit kemudian. Francesco Pio Esposito mencetak gol balasan setelah memanfaatkan bola liar hasil umpan silang. Gol tersebut membuat Esposito tercatat sebagai pemain Italia termuda yang mencetak gol untuk Inter di fase gugur Liga Champions musim ini.
Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Efektivitas Tuan Rumah
Memasuki babak kedua, Inter meningkatkan intensitas serangan. Lautaro Martinez sempat membentur tiang gawang, sementara sepakan jarak jauh Carlos Augusto memaksa kiper Nikita Haikin bekerja keras.
Namun, efektivitas justru kembali menjadi milik tuan rumah.
Pada menit ke-61, Hogh mengirim umpan matang kepada Jens Petter Hauge yang langsung melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang. Tiga menit berselang, Hogh melengkapi penampilan gemilangnya lewat gol jarak dekat setelah menerima umpan silang Ole Didrik Blomberg.
Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Inter yang berstatus tiga kali juara Eropa. Untuk lolos langsung ke babak berikutnya pada leg kedua, mereka harus menang dengan selisih minimal dua gol guna memaksakan perpanjangan waktu, atau tiga gol tanpa balas untuk memastikan kelolosan.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui timnya kecolongan oleh serangan balik cepat Glimt.
Baca juga:Joao Cancelo Tolak Inter, Barcelona Menang di Bursa Transfer
“Kami terkejut oleh dua serangan balik mereka. Dalam tiga menit mereka mencetak gol kedua dan ketiga. Kami mencoba memperkecil ketertinggalan, tetapi tidak berhasil. Masih ada satu pertandingan lagi,” ujarnya.
Pembunuh Raksasa dari Norwegia
Kemenangan ini memperpanjang reputasi Bodo/Glimt sebagai “pembunuh raksasa”. Sebelumnya, mereka juga menumbangkan Manchester City dan Atletico Madrid pada fase liga.
Hasil ini sekaligus membuka peluang bagi Glimt untuk menjadi klub Norwegia pertama sejak Rosenborg musim 1996/1997 yang melangkah jauh di fase gugur Liga Champions.
Aspmyra Stadion sekali lagi membuktikan diri sebagai arena yang tidak ramah bagi tim-tim besar Eropa. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini