Di Sulawesi Selatan, banjir yang melanda Kabupaten Luwu Utara sejak pertengahan Mei masih belum sepenuhnya teratasi. Bencana tersebut berdampak pada 3.685 KK atau 13.114 jiwa dengan 3.685 rumah terdampak. Sebanyak 14 warga masih berada di lokasi pengungsian.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara masih memberlakukan status tanggap darurat hingga 16 Juni 2026. Curah hujan sedang hingga tinggi yang masih terjadi di wilayah tersebut menyebabkan genangan belum sepenuhnya surut.
BNPB juga mencatat banjir di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, berdampak pada 4.748 KK atau 15.258 jiwa. Sebanyak 3.116 rumah terdampak.
Meski sebagian besar wilayah telah surut, genangan masih terjadi di Kampung Muara Beloan akibat banjir kiriman dari Sungai Mahakam dan Sungai Kedang Pahu dengan tinggi muka air mencapai dua meter.
Di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, banjir yang terjadi pada 27 Mei berdampak pada 181 KK atau 601 jiwa.
Sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan dan 134 rumah terdampak. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat hingga 9 Juni 2026 dan kondisi banjir saat ini telah surut.
Selain bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau masih menjadi perhatian nasional. Hingga 29 Mei 2026, luas lahan yang terbakar bertambah 4,86 hektare sehingga total luas karhutla mencapai 14.921,14 hektare.
Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026. BNPB bersama BPBD dan Manggala Agni terus melakukan operasi pemadaman serta pengendalian titik api guna mencegah perluasan kebakaran. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini