Wilayah dengan status ancaman Siaga meliputi Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, sebelumnya menyatakan pihaknya telah melakukan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur.
Sementara itu, wilayah yang sempat berstatus Waspada meliputi Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang, dan Berau.
Berdasarkan data pengamatan muka air laut BMKG, tsunami sempat terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia dengan ketinggian bervariasi.
Namun, tidak terdapat laporan kerusakan besar maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Pemerintah dan instansi kebencanaan tetap mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana geologi serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. (A08)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini