Simalungun, Sinata.id — Kolaborasi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Simalungun bersama Unit Reskrim Polsek Gunung Malela berhasil memediasi dua kelompok yang terlibat perselisihan dan saling melapor ke pihak kepolisian.
Mediasi yang berlangsung di Ruang Polsek Gunung Malela tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan damai dan mengakhiri konflik yang telah berlangsung cukup lama.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan mediasi itu menjadi wujud pendekatan humanis Polri dalam menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.
“Polri tidak hanya hadir untuk menangkap pelaku kejahatan, tetapi juga menjadi jembatan perdamaian. Keberhasilan mediasi ini membuktikan bahwa pendekatan humanis dan profesional mampu menyelesaikan konflik secara bermartabat tanpa harus melalui proses hukum yang panjang,” ujar AKP Verry, Kamis (7/5/2026).
Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengky B. Siahaan, menjelaskan mediasi tersebut merupakan tindak lanjut dari tiga laporan polisi yang saling berkaitan.
Laporan pertama bernomor LP/B/339/V/2022 tertanggal 19 Mei 2022 atas nama pelapor Thaleb terkait dugaan tindak pidana pengrusakan yang terjadi di Huta VI, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela.
Laporan kedua bernomor LP/B/183/IV/2026 tertanggal 25 April 2026 atas nama pelapor Edi Prayitno terkait dugaan pengrusakan di Blok I 22 Afdeling I, Perkebunan PTPN IV Regional 1 Kebun Bangun, Kecamatan Gunung Malela.
Sementara laporan ketiga bernomor LP/B/96/IV/2026 tertanggal 26 April 2026 berkaitan dengan dugaan tindak pidana menghalangi pekerjaan yang terjadi di sekitar area pemakaman muslim Huta VI, Nagori Bangun.
Dalam proses mediasi, kedua belah pihak diberikan kesempatan menyampaikan pandangan dan kepentingannya masing-masing dengan pihak kepolisian bertindak sebagai fasilitator yang netral.
AKP Hengky menyebut keberhasilan mediasi tersebut menjadi contoh sinergi internal Polri dalam menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat.
“Inilah Polri yang kami banggakan. Bekerja bersama dan bersinergi lintas satuan demi menciptakan kedamaian serta keharmonisan di tengah masyarakat Kabupaten Simalungun,” ujarnya.
Mediasi tersebut turut dihadiri perwakilan PTPN IV Kebun Bangun, di antaranya PJ Asisten Kepala, Kabid Keuangan dan Umum, Edi Prayitno selaku APK, AST Afdeling I, krani umum, serta Thaleb selaku pelapor pertama. (SN14)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini