MENU
Banner SINATA.ID
Beli Lahan Rp1,7 Miliar untuk Gedung Dakwah, Aisyiyah Organisasi Palin...
WA FB
Regional

Beli Lahan Rp1,7 Miliar untuk Gedung Dakwah, Aisyiyah Organisasi Paling Mandiri di Medan

Y Editor : Yusri | 14 Jun 2026 | 16:48 WIB
Beli Lahan Rp1,7 Miliar untuk Gedung Dakwah, Aisyiyah Organisasi Paling Mandiri di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri Milad ke-109 Aisyiyah Kota Medan dan Gebyar Muktamar Muhammadiyah di Jalan Air Bersih, Minggu (14/6/2026). (diskominfomedan)

Medan, Sinata.id – Kemandirian yang ditunjukkan Aisyiyah Kota Medan menuai apresiasi dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Organisasi perempuan Muhammadiyah ini berhasil membeli lahan senilai Rp1,7 miliar secara kolektif untuk pembangunan Gedung Dakwah, sebuah capaian yang dinilai menjadi bukti nyata kekuatan organisasi yang telah berusia lebih dari satu abad tersebut.

Apresiasi ini disampaikan Rico Waas saat menghadiri Milad ke-109 Aisyiyah Kota Medan dan Gebyar Muktamar Muhammadiyah di Jalan Air Bersih, Minggu (14/6/2026).

Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan dan ribuan kader Aisyiyah, Rico Waas mengaku kagum terhadap kemampuan organisasi tersebut dalam membangun kekuatan secara mandiri. 

Menurutnya, tidak banyak organisasi yang mampu bertahan dan terus berkembang dengan mengandalkan soliditas internal anggotanya.

"Alhamdulillah, Aisyiyah ini adalah organisasi paling mandiri yang saya lihat di Kota Medan," kata Rico Waas. 

Ia menilai kemampuan organisasi untuk berdikari menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai program sosial, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Rico Waas juga menyoroti besarnya peran perempuan dalam menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Dengan jaringan 30 cabang di 21 kecamatan di Kota Medan, Aisyiyah dinilai berhasil menunjukkan kapasitas kepemimpinan, manajerial, serta semangat gotong royong yang kuat. 

"Gerakan dakwah dan sosial tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya determinasi, kedisiplinan, dan ketulusan dari kaum perempuan," ungkapnya.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan, perjalanan bangsa tidak dapat dipisahkan dari kontribusi tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam perumusan Pancasila dan UUD 1945. 

Dikatakannya, mendukung gerakan Aisyiyah dan Muhammadiyah bukan sekadar kepentingan politik, melainkan bentuk penghormatan atas jasa organisasi yang turut melahirkan Republik Indonesia.

"Menghargai dan mendukung gerakan Aisyiyah/Muhammadiyah bukan sekadar urusan politik elektoral, melainkan sebuah kewajiban moral dan bentuk balas budi negara terhadap organisasi yang ikut melahirkan Republik Indonesia," tegas Zulkifli Hasan. (SN22)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.