Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
News

Batalkan Wacana BPN, Purbaya Fokus Benahi Kebocoran Pajak dan Bea Cukai

wacana pembentukan badan penerimaan negara (bpn) akhirnya dijawab langsung menteri keuangan purbaya yudhi sadewa.
Ilustrasi. (Ist)

Sinata.idMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana membentuk Badan Penerimaan Negara (BPN). Ia memastikan urusan penerimaan pajak dan bea cukai tetap menjadi kewenangan Kementerian Keuangan.

Sempat ramai diperbincangkan publik beberapa waktu terakhir, menteri Purbaya tegas memastikan bahwa rencana tersebut belum akan dieksekusi dalam waktu dekat.

Advertisement

Dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (14/10/2025), Purbaya menyampaikan pernyataan yang sekaligus meluruskan spekulasi yang beredar.

“Badan Penerimaan Negara belum akan dibentuk. Urusan pajak dan bea cukai tetap berada di bawah Kemenkeu,” tegasnya.

Alih-alih tergesa-gesa membentuk lembaga baru, pemerintah justru memilih memperkuat lembaga yang sudah ada, yakni Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Kedua direktorat ini, menurut Purbaya, akan menjadi ujung tombak optimalisasi penerimaan negara.

Baca Juga  Total Kekayaan Rp39 Miliar, Menkeu Purbaya Masuk Radar Sorotan Publik

“Kami akan terus melakukan reformasi. Kebocoran-kebocoran penerimaan harus dihentikan, dan disiplin pegawai akan diperketat,” ujarnya.

Purbaya juga menyinggung soal reformasi fiskal dan modernisasi pengelolaan keuangan negara yang menjadi agenda utama Kementerian Keuangan saat ini.

Perbaikan ini, menurutnya, lebih mendesak ketimbang sekadar membentuk lembaga baru.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Utang Rp458 Triliun

Target Penerimaan Negara Naik Tahun Depan

Meski situasi ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian, Purbaya optimistis penerimaan negara akan meningkat tahun depan.

Dengan pulihnya aktivitas sektor riil, ia memprediksi setoran negara bisa tumbuh positif.

“Kalau sektor riil kembali bergerak, penerimaan negara bisa naik sekitar 0,5 persen. Itu berarti tambahan pemasukan lebih dari Rp100 triliun. Semoga target ini tercapai,” ujarnya. [zainal/a46]

Baca Juga  Tampang Brigadir W, Sosok di Balik Kasus Kematian Dosen Cantik Bungo

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini