Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Pematangsiantar

Banjir Sepinggang dan Jalan Rusak, Warga Perumahan Asido 7 Pematangsiantar Merasa Tertipu

banjir sepinggang dan jalan rusak, warga perumahan asido 7 pematangsiantar merasa tertipu
Perumahan Asido 7 yang terendam banjir. (facebookcharlesrumpe)

Pematangsiantar, Sinata.id – Warga Perumahan Asido 7 Kota Pematangsiantar mengeluhkan kondisi lingkungan hunian yang dinilai tidak sesuai dengan janji awal pengembang.

Alih-alih mendapatkan tempat tinggal yang nyaman, warga justru menghadapi persoalan banjir dan infrastruktur jalan yang rusak.

Advertisement

Sejumlah warga menyebutkan bahwa sejak awal pemasaran, pengembang menjanjikan kawasan bebas banjir serta akses jalan yang layak. Namun, kondisi di lapangan disebut jauh berbeda dari yang diharapkan.

Salah satu warga, Charles Rumpe, melalui unggahannya di media sosial Facebook pada Rabu (22/4/2026), mengungkapkan bahwa setiap hujan deras, kawasan tersebut kerap dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

“Setiap hujan turun, banjir bisa mencapai pinggang orang dewasa. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas dan menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi keluarga yang memiliki anak kecil,” tulisnya.

Baca Juga  Hakim Bacakan Putusan Berkekuatan Hukum Tetap Terkait Odong-odong di Siantar

Selain banjir, warga juga mengeluhkan kondisi jalan di dalam kompleks yang rusak dan belum diaspal. Saat hujan, kondisi ini semakin parah karena genangan air meluas dan akses menjadi sulit dilalui.

Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengembang. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang signifikan. Bahkan, sebagian warga mengaku pernah mendapat penjelasan bahwa kondisi tersebut disebabkan faktor alam.

Kekecewaan warga semakin mencuat setelah keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Warga pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati sebelum membeli rumah, khususnya di kawasan tersebut.

Mereka berharap Pemerintah Kota Pematangsiantar, termasuk Wali Kota Wesly Silalahi, dapat turun tangan untuk mengevaluasi izin pembangunan perumahan dan mengambil tindakan tegas terhadap pengembang yang dinilai tidak memenuhi kewajiban.

Baca Juga  Warga Perbaiki Jalan Rusak, Kades Sebut Keterbatasan Dana Desa

Warga menilai pemerintah perlu memperketat pengawasan tata ruang serta memastikan setiap pembangunan perumahan memenuhi standar kelayakan lingkungan dan keselamatan.

Saat ini, warga Perumahan Asido 7 berharap adanya solusi konkret, seperti perbaikan sistem drainase dan pembangunan infrastruktur jalan yang layak. Mereka menginginkan hunian yang aman dan nyaman sesuai dengan janji awal saat membeli rumah. (SN10)

 

 

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini