5. Puncak Penantian: Hari Pentakosta
Penantian itu berakhir tepat pada hari ke-50 setelah Kebangkitan (atau 10 hari setelah Kenaikan Yesus). Roh Kudus turun dengan tanda-tanda yang dahsyat, menandai lahirnya Gereja mula-mula.
Kisah Para Rasul 2:1-4 "Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk... Maka hinggaplah mereka semua dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya."
Kesimpulan : Menantikan Roh Kudus bagi para murid adalah masa persiapan batin dan spiritual. Tanpa Roh Kudus, mereka hanyalah sekelompok nelayan dan orang biasa yang ketakutan. Namun, dengan menaati perintah Yesus untuk "menanti", mereka diubah menjadi rasul-rasul yang berani menjungkirbalikkan dunia dengan Injil. Bagi kita saat ini, pesan ini mengingatkan bahwa dalam setiap pelayanan dan pekerjaan Tuhan, kita harus selalu mengandalkan tuntunan dan kuasa Roh Kudus, bukan sekadar kekuatan diri sendiri.
Penantian bukanlah kelemahan, melainkan proses ilahi untuk mempersiapkan kekuatan yang sejati. Murid-murid Yesus tidak bergerak sebelum waktunya, karena mereka memahami bahwa ketaatan lebih penting daripada kecepatan.
Dari ruang doa di Yerusalem lahir kuasa yang mengguncang dunia. Demikian juga dalam kehidupan kita hari ini, setiap janji Tuhan tidak pernah gagal, namun selalu menuntut kesabaran, iman, dan ketekunan.
Saat kita setia menanti dalam doa dan kesatuan, Roh Kudus akan bekerja, mengubahkan kelemahan menjadi kekuatan, ketakutan menjadi keberanian, dan keterbatasan menjadi kesaksian yang berdampak sampai kepada banyak orang.
Tuhan Yesus tetap setia menggenapi janji-Nya dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya. Tuhan Yesus memberkati. ( A27)
Tuhan Yesus memberkati kita semua cp konseling dan Doa permohonan 0811762709 Pdt Manser sagala MTh.
Komentar (0)
Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.