MENU
Banner SINATA.ID
Cara Memberitakan Injil dan Memuridkan Jiwa di Bawah Pimpinan Roh Kudu...
WA FB

Cara Memberitakan Injil dan Memuridkan Jiwa di Bawah Pimpinan Roh Kudus

F Editor : Ferry SP Sinamo 15 Jun 2026 | 05:00 WIB
Cara Memberitakan Injil dan Memuridkan Jiwa di Bawah Pimpinan Roh Kudus
Pdt Manser Sagala, M.Th.

Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.

Pemberitaan Injil yang dipimpin oleh Roh Kudus bukan sekadar menjalankan program atau mengandalkan teknik komunikasi manusia, melainkan sebuah penyerahan diri secara total kepada kehendak Allah. Ketika Roh Kudus yang memimpin, pemberitaan Injil akan menjadi tepat sasaran, penuh kuasa, dan menghasilkan buah yang kekal.

​Berikut adalah langkah-langkah praktis  dalam memberitakan Injil di bawah pimpinan Roh Kudus:

1. Membangun Kehidupan Doa dan Keintiman dengan Roh Kudus

​Sebelum melangkah keluar untuk menjangkau jiwa, seorang pemberita Injil harus dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus terlebih dahulu. Doa adalah bahan bakar PEMBERITA INJIL. Melalui doa, kita menerima kepekaan untuk mendengar suara-Nya dan keberanian untuk berbicara.

​Firman Tuhan:
​"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)

Aplikasi: Sediakan waktu khusus setiap hari untuk menyembah, berdoa, dan membaca Firman Tuhan. Mintalah agar Roh Kudus memenuhi Anda dengan kasih-Nya bagi orang-orang yang belum percaya.

2. Kepekaan Terhadap "Momen" dan Orang yang Tepat

​Roh Kudus sering kali menuntun kita kepada individu yang hatinya sudah dipersiapkan oleh-Nya untuk menerima kebenaran. Kita perlu peka melihat kesempatan, situasi, atau dorongan batin (suara lembut Roh) untuk mendekati seseorang.
​Firman Tuhan: Kisah Filipus dan sida-sida dari Etiopia.
​Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" Filipus segera berlari ke situ... (Kisah Para Rasul 8:29-30)

Aplikasi: Saat Anda berinteraksi dengan orang lain (di tempat kerja, transportasi umum, atau komunitas), peka terhadap dorongan Roh Kudus. Jika ada dorongan kuat untuk menyapa atau menolong seseorang, lakukanlah dengan tulus.

​3. Membangun Hubungan dan Menjadi Pendengar yang Baik

​Roh Kudus bekerja melalui kasih. Sebelum menyampaikan kebenaran, tunjukkan kepedulian yang nyata. Dengarkan cerita, keluh kesah, atau pergumulan hidup mereka. Ini akan membuka pintu hati mereka dan memberi Anda pemahaman tentang kebutuhan rohani mereka.
​Firman Tuhan: Yesus menjadi teladan saat menjumpai wanita Samaria di sumur Yakub. Ia memulai dengan percakapan biasa dan mendengarkan sebelum masuk ke hal rohani.
​Kata-Nya kepada perempuan itu: "Berilah Aku minum." (Yohanes 4:7)

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.