MENU
πŸ“Siantar πŸ“Simalungun πŸ“Medan πŸ“Singkil πŸ“Taput πŸ“Sibolga
Akmil, Sekolah Para Jenderal Kini Genap 68 Tahun, Begini Jejak Sejarah...
WA FB
Nasional

Akmil, Sekolah Para Jenderal Kini Genap 68 Tahun, Begini Jejak Sejarahnya...

R Editor : Redaksi Sinata | 11 Nov 2025 | 20:26 WIB
Akmil, Sekolah Para Jenderal Kini Genap 68 Tahun, Begini Jejak Sejarahnya...
Akademi Militer (Akmil) genap berusia 68 tahun pada 11 November 2025. Lembaga pendidikan militer di Magelang ini dikenal sebagai kawah candradimuka yang melahirkan para jenderal TNI dan pemimpin bangsa, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto. Sejarah Akmil berawal dari Militaire Academie Yogyakarta tahun 1945 hingga menjadi pusat pembentukan perwira terbaik TNI Angkatan Darat. (Ist)

Sinata.id - Akademi Militer (Akmil) menandai usia ke-68 pada Selasa, 11 November 2025. Lembaga pendidikan yang berdiri kokoh di bawah kaki Gunung Tidar, Magelang, ini bukan sekadar sekolah bagi calon perwira, melainkan kawah candradimuka tempat lahirnya para jenderal dan pemimpin bangsa Indonesia.

Sejak berdiri tahun 1957, Akmil telah mencetak puluhan perwira tinggi yang menorehkan sejarah penting di tubuh TNI maupun pemerintahan.

Di antara alumninya, banyak yang mencapai pangkat jenderal bintang empat hingga menjabat Panglima TNI dan Menteri.

Nama-nama besar seperti Edi Sudradjat, Wiranto, Endriartono Sutarto, Djoko Santoso, Moeldoko, Gatot Nurmantyo, Andika Perkasa, hingga Panglima TNI saat ini Jenderal Agus Subiyanto, merupakan sebagian dari deretan alumni kebanggaan Akmil.

Tak hanya itu, dua alumninya bahkan menduduki jabatan tertinggi dalam hierarki negara, Susilo Bambang Yudhoyono (angkatan 1973) dan Prabowo Subianto (angkatan 1974), keduanya sama-sama pernah menjadi pemimpin tertinggi TNI sekaligus Presiden Republik Indonesia.

Dari Militaire Academie ke Akademi Militer

Cikal bakal Akmil bermula dari pendirian Militaire Academie (MA) Yogyakarta pada 31 Oktober 1945.

Kala itu, Letjen TNI Oerip Soemohardjo memerintahkan pembentukan sekolah perwira pertama pasca-kemerdekaan untuk melatih kader militer bangsa muda.

Namun, akademi tersebut sempat ditutup pada 1950 setelah meluluskan dua angkatan.

Sebagian taruna angkatan ketiga kemudian dikirim ke Koninklijke Militaire Academie (KMA) Breda, Belanda, untuk menuntaskan pendidikan.

Di saat bersamaan, TNI AD mendirikan berbagai Sekolah Perwira Darurat di sejumlah daerah, dari Malang, Salatiga, hingga Bukittinggi, demi memenuhi kebutuhan pasukan di masa awal republik.

Tahun 1951, muncul pula sekolah-sekolah baru seperti SPGi AD dan P3AD di Bandung, yang kelak menjadi bagian penting dalam sejarah pendidikan perwira.

Gagasan Akademi Militer Terpadu

Tingginya kebutuhan akan sistem pendidikan militer yang seragam mendorong Menteri Pertahanan pada 1952 mengusulkan pembentukan akademi militer terpadu.

Ide tersebut akhirnya diwujudkan pada 11 November 1957, ketika Presiden Soekarno meresmikan berdirinya Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang.

Saat itu, taruna angkatan 1957 ditetapkan sebagai Angkatan ke-4 AMN, melanjutkan tradisi Militaire Academie Yogyakarta.

Empat tahun kemudian, pada 1961, AMN Magelang diintegrasikan dengan Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) dari Bandung, memperkuat struktur pendidikan militer nasional.

ADVERTISEMENT

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Seluruh isi komentar merupakan tanggung jawab masing-masing pengguna dan berada di luar tanggung jawab redaksi. Komentar yang melanggar hukum akan ditindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.