Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Olahraga

Ahmad Habiebie Dinobatkan Kiper Terbaik Piala Asia Futsal 2026

ahmad habiebie, kiper asal bekasi, dinobatkan sebagai kiper terbaik piala asia futsal 2026 usai membawa indonesia tembus final bersejarah.
Ahmad Habiebie, kiper asal Bekasi, dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Piala Asia Futsal 2026 usai membawa Indonesia tembus final bersejarah. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Turnamen AFC Futsal Asian Cup Indonesia 2026 telah berakhir. Meski gagal mengangkat trofi, Timnas Futsal Indonesia pulang dengan kepala tegak. Di balik perjalanan bersejarah hingga final, satu nama mencuri perhatian Asia: Ahmad Habiebie. Penjaga gawang asal Bekasi itu dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Piala Asia Futsal 2026—penghargaan individual tertinggi untuk seorang tembok terakhir.

Habiebie menjadi poros kebangkitan Garuda. Ia membantu Indonesia menembus final untuk pertama kalinya, dimulai dari penampilan sempurna di laga pembuka saat mencatatkan clean sheet dalam kemenangan 5-0 atas Korea Selatan.

Advertisement

“Meraih penghargaan ini adalah sesuatu yang tidak terduga, tapi saya bersyukur atas kehormatan ini. Semoga ini bisa menjadi titik balik bagi futsal Indonesia agar ke depannya semakin baik dan lebih baik lagi,” ujar Habiebie, dikutip dari laman resmi AFC, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga  Hasil Gamba Osaka vs Bangkok United: Dominasi Tak Berarti, Tuan Rumah Tumbang 0-1 di Leg Pertama

Pada fase grup, Indonesia memang sempat kebobolan empat gol. Namun ketika turnamen memasuki babak gugur, Habiebie naik level. Refleks kilatnya menjadi pembeda saat Indonesia menyingkirkan Vietnam di perempat final dan Jepang di semifinal. Di partai puncak kontra Iran, ia kembali mencatatkan deretan penyelamatan krusial, menjaga harapan Merah Putih hingga detik terakhir.

Dari Cikunir ke Panggung Asia

Dirangkum dari berbagai sumber, Ahmad Habiebie lahir di Cikunir, Bekasi, 21 Juni 2000. Cintanya pada futsal tumbuh dari kompetisi akar rumput. Sejak usia belia, naluri sebagai penjaga gawang sudah terlihat—tenang, berani, dan tak gentar dalam tekanan.

Kariernya merangkak dari liga amatir hingga akhirnya menembus Liga Futsal Profesional Indonesia. Nama Habiebie mulai benar-benar bersinar saat memperkuat Bintang Timur Surabaya (BTS), klub elite yang kerap dijuluki “Los Galacticos”-nya futsal Tanah Air. Di tengah persaingan ketat, ia membuktikan kapasitasnya sebagai pilihan utama.

Baca Juga  ALUSI Siantar–Simalungun Tunjukkan Sportivitas di Turnamen Futsal Piala Wali Kota

Bersama BTS, Habiebie merasakan gelar Juara Liga Futsal Profesional dan turut menorehkan sejarah saat klub tersebut menjuarai AFF Futsal Cup. Ia juga menjadi bagian penting Timnas yang meraih gelar AFF Futsal Cup 2024.

Kiper Modern, Mental Baja

Habiebie bukan tipe penjaga gawang yang hanya bertahan di garis. Ia adalah kiper modern—aktif membangun serangan, akurat melepaskan lemparan jauh, dan cerdas membaca ruang. Distribusi bolanya kerap menjadi awal counter attack cepat yang mematikan.

Di tim nasional, kehadirannya memberi rasa aman. Ia adalah “tembok terakhir” yang membuat rekan-rekannya berani menekan dan menyerang tanpa ragu.

Di luar lapangan, Habiebie menunjukkan kedewasaan yang jarang dimiliki atlet muda. Di tengah jadwal padat, ia menuntaskan pendidikan tinggi sebagai alumni Universitas Islam ‘45 (Unisma) Bekasi. Saat ini, ia juga tercatat sebagai pegawai Perumda Tirta Bhagasasi. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini