Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Pematangsiantar

23 Kasus Kekerasan di Siantar, Pemko Dorong Hadirnya Rumah Aman

23 kasus kekerasan di siantar, pemko dorong hadirnya rumah aman
Ariandi Armas. (foto: sinata/hendri)

Pematangsiantar, Sinata. id – Pemko Pematangsiantar telah mengajukan pembangunan rumah aman “Rumah Aman” yang bertujuan memberi perlindungan bagi perempuan dan anak-anak yang menjadi korban kekerasan, pelecehan, atau eksploitasi.

Demikian diutarakan Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas Sosial P3A Pematangsiantar, Ariandi Armas kepada Sinata. Id, Selasa (9/9/2025).

Advertisement

Dijelaskan, pemerintah kota masih menunggu persetujuan dari Pemprov Sumut untuk mewujudkan pembangunan rumah aman.

“Saat ini masih dalam tahapan pengajuan berkas ke Biro Ortala (organisasi dan tata laksana) Provinsi Sumatera Utara,” ungkap Ariandi.

Ia menambahkan bahwa kendala selama ini belum adanya rumah aman di Pematangsiantar adalah tidak adanya Sumber Daya Manusia (SDM) seperti tenaga pendamping hukum, pekerja sosial dan psikolog.

Baca Juga  8 Calon Dirum dan 9 Calon Dewas Perumda Tirta Uli Lulus Seleksi Administrasi

Lanjutnya, untuk lokasi rumah aman harus menjadi perhatian karena rumah tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan pemulihan psikis maupun fisik kepada para korban.

Sepanjang September 2025 Dinas Sosial P3A mencatat, kekerasan perempuan dan anak di Pematangsiantar mencapai 23 kasus, diantaranya 6 perempuan dan korban anak 17 kasus, yang di dalamnya termasuk 3 anak laki – laki.

“Kekerasan ini kan seperti virus, bisa menyebar ke orang lain akibat trauma yang dialami si korban, ” ucap Ariandi.

Sementara, guna meminimalisir kasus kekerasan Dinsos melakukan edukasi baik di sekolah, masyarakat dan di dinas yang melayani pelayanan publik. (SN14)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini