Oleh : Pdt Manser Sagala, M.Th.
Pernyataan bahwa “Injil adalah kekuatan Allah” berakar kuat dari ayat terkenal di Perjanjian Baru, yaitu Roma 1:16:
”Aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya…”
Meskipun Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam bahasa Yunani—di mana kata “kekuatan” menggunakan kata Dynamis (δύναμις) dan “Injil” menggunakan kata Euangelion (εὐαγγέλιον)—kita dapat menyelami konsep ini secara mendalam melalui lensa Bahasa Ibrani (bahasa asli Perjanjian Lama dan latar belakang budaya berpikir Rasul Paulus) untuk menangkap makna teologisnya yang utuh sesuai firman Tuhan.
1. Makna “Injil” dalam Bahasa Ibrani: Besorah (בְּשׂוֹרָה)
Dalam bahasa Ibrani, kata Injil diterjemahkan sebagai Besorah (בְּשׂוֹרָה).
Arti Harfiah: Kabar baik, berita kemenangan, atau proklamasi sukacita.
Latar Belakang Alkitabiah: Di dunia kuno, kata besorah sering digunakan ketika seorang utusan lari dari medan pertempuran membawa berita kepada raja bahwa tentara mereka telah menang.
Sesuai Firman Tuhan: Nabi Yesaya menubuatkan hal ini dalam Yesaya 52:7: “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik (mewartakan besorah)…”
Jadi, Injil (Besorah) bukan sekadar teori keagamaan, melainkan maklumat resmi bahwa Allah telah memenangkan pertempuran melawan dosa dan maut melalui Yesus Kristus (Yeshua HaMasyiah).
2. Makna “Kekuatan Allah” dalam Bahasa Ibrani
Ketika Alkitab berbicara tentang “Kekuatan Allah,” ada dua konsep kata Ibrani utama yang menggambarkan esensi dari Roma 1:16 tersebut:
A. Koakh (כֹּחַ) – Kekuatan, Otoritas, dan Energi
Kata Koakh merujuk pada kekuatan yang nyata, kapasitas untuk bertindak, atau daya yang menghasilkan perubahan ekstrem.
Ketika Injil disebut sebagai Koakh Elohim (Kekuatan Allah), itu berarti Injil memiliki energi ilahi yang aktif. Injil bukan sekadar kata-kata bijak yang pasif, melainkan daya penciptaan ulang yang mampu merubuhkan benteng dosa dan menghidupkan kembali roh manusia yang telah mati secara rohani.
B. Gevurah (גְּבוּרָה) – Kuasa yang Menaklukkan Musuh
Kata Gevurah berasal dari akar kata Gabor (pahlawan/perkasa). Gevurah adalah kekuatan yang bermanifestasi dalam bentuk kemenangan, keperkasaan, dan otoritas kedahsyatan Allah atas musuh-musuh-Nya.
Salah satu nama nabi bagi Mesias dalam Yesaya 9:5 adalah El Gibbor (Allah yang Perkasa).
Injil adalah Gevurah karena di dalamnya, kuasa kegelapan disingkirkan, kutuk hukum Taurat dipatahkan, dan manusia dibebaskan dari perbudakan iblis.
3. Hubungan Utuh: Mengapa Injil adalah Kekuatan Allah?
Berdasarkan kebenaran firman Tuhan, Injil disebut sebagai kekuatan Allah karena membawa dampak supranatural yang tidak bisa dilakukan oleh kekuatan manusia, moralitas, maupun agama apa pun:
Kuasa untuk Menyelamatkan (Yeshua – יְשׁוּעָה):
Roma 1:16 menekankan bahwa kekuatan ini bertujuan untuk menyelamatkan. Dalam bahasa Ibrani, keselamatan adalah Yeshua (yang juga merupakan nama asli Yesus).
Injil adalah kekuatan Allah karena Injil itu sendiri adalah pribadi Yesus yang menyelamatkan manusia dari murka Allah.
Mengubah Natur Manusia: Agama bisa mereformasi perilaku luar manusia, tetapi hanya kekuatan Injil (Koakh Elohim) yang sanggup melahirkan barukan hati manusia (regenerasi) dari dalam.
Berlaku bagi “Setiap Orang yang Percaya” (Emunah – אֱמוּנָה): Kuasa ilahi ini tidak dilepaskan melalui kekuatan fisik atau ritual yang rumit, melainkan diaktifkan melalui Emunah (iman/kepercayaan yang teguh dan berserah penuh kepada Allah).
Kesimpulan:
Injil adalah kekuatan Allah (Koakh/Gevurah Elohim) karena melalui berita kemenangan Kristus (Besorah), Allah secara aktif menyalurkan kuasa supranatural-Nya untuk menghancurkan kuasa dosa, memberikan hidup yang baru, dan menganugerahkan keselamatan kekal bagi setiap orang yang menaruh iman kepada-Nya.
“Injil bukan sekadar kabar baik untuk didengar, melainkan kuasa Allah yang bekerja nyata untuk menyelamatkan, memulihkan, dan mengubahkan hidup setiap orang yang percaya. Karena itu, tetaplah berpegang teguh pada Injil Kristus, sebab di dalam-Nya terdapat keselamatan, pengharapan, dan kehidupan yang kekal. Seperti tertulis dalam Roma 1:16, ‘Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.’ Kiranya iman kita semakin teguh dan hidup kita semakin memuliakan Tuhan Yesus Kristus. Amin. (A27)
Tuhan Yesus memberkati kita semua cp konseling dan Doa permohonan Pdt Manser sagala MTh hp +62 811-762-709.
Gembala sidang Gereja Kemenangan Iman Indonesia GKII Pekanbaru Riau










Jadilah yang pertama berkomentar di sini