Tapanuli Tengah, Sinata.id – Ratusan nelayan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengaku terpaksa menghentikan aktivitas melaut akibat terkendala administrasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Permasalahan tersebut dipicu belum adanya pejabat definitif di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tapteng yang berwenang menandatangani surat rekomendasi pembelian BBM subsidi bagi nelayan.
Salah seorang nelayan di Kecamatan Sarudik yang enggan disebutkan namanya mengaku kondisi itu sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan berdampak besar terhadap pendapatan mereka menjelang Hari Raya Iduladha.
“Sudah lebih dari sepuluh hari kami tidak melaut. Padahal biasanya sebelum Iduladha kami sudah bisa satu kali trip melaut,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Ia mengatakan, setiap nelayan yang datang mengurus surat rekomendasi ke kantor DKP selalu mendapat jawaban serupa, yakni belum adanya kepala dinas definitif yang dapat menandatangani dokumen tersebut.
“Jumat lalu katanya akan ada pelantikan, tetapi sampai sekarang belum ada juga. Akibatnya, surat rekomendasi belum bisa ditandatangani,” katanya.
Akibat belum terbitnya surat rekomendasi tersebut, para nelayan tidak dapat membeli BBM subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Padahal, dokumen itu menjadi syarat utama untuk memperoleh BBM bersubsidi guna kebutuhan operasional melaut.
“Tanpa surat rekomendasi, pihak SPBN tidak bisa menyerahkan BBM bersubsidi, baik dalam jumlah besar maupun eceran,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DKP Tapteng, Azwar Sitompul, membenarkan bahwa pihaknya belum mengeluarkan surat rekomendasi pembelian BBM subsidi dalam beberapa pekan terakhir.
“Karena kepala dinas sebelumnya kosong dan pelaksana harian juga belum ada, maka untuk sementara rekomendasi pembelian BBM belum dapat diterbitkan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (26/5/2026).
Pantauan di lokasi pengisian BBM nelayan di kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sarudik pada Selasa siang menunjukkan aktivitas pengisian BBM tampak sepi. (SN18)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini