Pematangsiantar, Sinata.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, penjualan hewan kurban di Kota Pematangsiantar mulai mengalami penurunan.
Kenaikan harga lembu disebut menjadi penyebab utama menurunnya daya beli masyarakat tahun ini.
Kondisi tersebut terlihat di peternakan PT Lekerkam yang berada di Kelurahan Bah Sorma, Kecamatan Siantar Sitalasari. Sejumlah calon pembeli disebut mulai mengurangi minat membeli hewan kurban karena harga yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Salah seorang pekerja PT Lekerkam, Candra, mengatakan kenaikan harga lembu dipengaruhi mahalnya harga bibit ternak di pasaran. Akibatnya, harga jual lembu untuk kebutuhan kurban ikut mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Minat pembeli saat ini memang menurun karena harga lembu naik. Untuk ukuran daging sekitar 70 kilogram, harganya sekarang mencapai Rp15 juta, padahal sebelumnya masih sekitar Rp14 juta,” ujar Candra saat ditemui, Rabu (20/5/2026).
Meski minat pembeli menurun, aktivitas penjualan hewan kurban di peternakan tersebut masih tetap berlangsung. Namun, masyarakat kini cenderung memilih lembu lokal yang dianggap lebih terjangkau dibanding jenis impor atau sapi unggulan lainnya.
PT Lekerkam menyediakan berbagai jenis lembu, seperti Limousin, Simental, Peranakan Ongole (PO), hingga Brahman yang biasanya diminati masyarakat menjelang Idul Adha.
Menurut Candra, pembeli tidak hanya berasal dari wilayah Pematangsiantar dan sekitarnya, tetapi juga dari luar daerah, termasuk Kota Medan.
“Yang paling banyak dicari tetap jenis lokal. Pembeli dari luar daerah juga ada, seperti dari Medan yang datang langsung ke sini,” katanya.
Ia menambahkan, harga hewan kurban diperkirakan masih berpotensi naik mendekati puncak perayaan Idul Adha seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap sapi dan lembu kurban. (SN10)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini