Riyadh, Sinata.id — Pakistan dilaporkan mengerahkan sekitar 8.000 personel militer, satu skuadron pesawat tempur, serta sistem pertahanan udara ke Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
Laporan tersebut diungkap kantor berita Reuters dengan mengutip sumber keamanan dan pejabat pemerintah di Islamabad.
Menurut laporan Reuters pada Selasa (19/5/2026), tiga pejabat keamanan dan dua sumber pemerintah mengonfirmasi pengerahan tersebut. Operasi itu disebut sebagai pengerahan besar dengan kemampuan tempur tinggi untuk mendukung militer Arab Saudi apabila kerajaan kembali menghadapi ancaman serangan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari perjanjian pertahanan strategis yang ditandatangani pada 17 September 2025 oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Riyadh.
Perjanjian itu bertujuan memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara sekaligus meningkatkan mekanisme pertahanan bersama menghadapi berbagai bentuk agresi.
Dalam kesepakatan tersebut disebutkan bahwa setiap serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan terhadap keduanya, sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan stabilitas regional maupun internasional.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif sempat mengisyaratkan bahwa perjanjian tersebut menempatkan Arab Saudi di bawah payung nuklir Pakistan.
Pakistan Kirim Jet Tempur dan Drone
Berdasarkan sumber yang dikutip Reuters, Pakistan mengirim satu skuadron penuh berisi 16 pesawat tempur, sebagian besar merupakan jet tempur JF-17 Thunder yang diproduksi bersama China.
Pesawat-pesawat tersebut dikirim ke Arab Saudi pada awal April lalu. Selain itu, Pakistan juga disebut mengirim dua skuadron drone untuk memperkuat sistem pertahanan udara kerajaan.
Pengerahan itu turut mencakup sekitar 8.000 tentara dengan kemungkinan penambahan pasukan jika situasi keamanan memburuk.
Selain personel dan pesawat tempur, Pakistan juga mengirim sistem pertahanan udara buatan China tipe HQ-9.
Dua pejabat keamanan menyebut personel angkatan darat dan angkatan udara Pakistan yang dikirim sejak pecahnya konflik Iran lebih banyak menjalankan peran konsultatif dan pelatihan.
Sumber-sumber tersebut juga menegaskan bahwa pengerahan terbaru ini merupakan tambahan dari ribuan tentara Pakistan yang sebelumnya sudah berada di Arab Saudi berdasarkan kerja sama militer terdahulu.
Seorang sumber pemerintah Pakistan yang mengetahui isi perjanjian pertahanan mengatakan kesepakatan tersebut memungkinkan pengerahan hingga 80 ribu tentara Pakistan ke Arab Saudi guna membantu menjaga perbatasan kerajaan.
Selain itu, perjanjian juga mencakup kemungkinan pengerahan kapal perang Pakistan apabila dibutuhkan.
Arab Saudi Cegat Drone dari Irak
Juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengatakan tiga drone berhasil dicegat dan dihancurkan setelah memasuki wilayah udara Arab Saudi dari Irak pada Minggu pagi.
Menurut Al-Maliki, Arab Saudi berhak merespons ancaman tersebut pada waktu dan tempat yang dianggap tepat.
Ia menegaskan kerajaan akan mengambil seluruh langkah operasional yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan keselamatan warga negaranya.
Sementara itu, Pemerintah Kuwait turut mengecam keras serangan drone yang diluncurkan dari wilayah udara Irak ke Arab Saudi.
Kementerian Luar Negeri Kuwait menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk Resolusi 2817.
Kuwait juga menegaskan dukungannya terhadap Arab Saudi dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini