- Menteri Keuangan Purbaya memastikan pemerintah akan lebih agresif masuk ke pasar obligasi untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah.
- Pemerintah berharap langkah itu mampu memperkuat sentimen pasar sekaligus menjaga stabilitas rupiah.
Jakarta, Sinata.id β Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa memastikan pemerintah terus mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan masuk lebih aktif ke pasar obligasi melalui skema Dana Stabilisasi Obligasi atau Bond Stabilization Fund.
Purbaya mengatakan pemerintah akan melakukan intervensi bertahap di pasar obligasi guna menjaga stabilitas imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) sekaligus memperkuat sentimen positif terhadap rupiah.
Bahkan, ia menegaskan akan terlibat langsung setiap hari di pasar obligasi untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali.
βKita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,β ujar Purbaya.
Purbaya menyebut itu usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurut Purbaya, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp2 triliun per hari untuk masuk ke pasar obligasi.










Jadilah yang pertama berkomentar di sini