Jakarta, Sinata.id – Tahun 2026 akan menjadi momen istimewa bagi para pecinta astronomi.
Sejumlah fenomena langit menarik diprediksi menghiasi langit malam sepanjang tahun, mulai dari Blue Moon, supermoon, hingga hujan meteor spektakuler.
Koordinator laporan American Meteor Society, Robert Lunsford, menyebut tahun 2026 menjadi salah satu periode terbaik untuk menyaksikan hujan meteor.
“Perseids dan Geminids akan menjadi hujan meteor terbaik tahun ini,” ujar Lunsford.
Blue Moon Terjadi pada Mei 2026
Berbeda dengan tahun-tahun biasa yang hanya memiliki 12 kali bulan purnama, tahun 2026 akan menghadirkan 13 kali bulan purnama. Keunikan tersebut terjadi karena dua bulan purnama muncul pada Mei 2026.
Bulan purnama kedua pada bulan yang sama dikenal sebagai Blue Moon atau bulan biru. Fenomena ini tergolong langka karena biasanya hanya terjadi sekitar setiap 2,5 tahun sekali.
Supermoon Terdekat Terjadi pada Desember
Selain Blue Moon, fenomena supermoon juga akan kembali muncul pada November dan Desember 2026 setelah sebelumnya terjadi pada Januari lalu.
Supermoon terjadi ketika posisi bulan berada lebih dekat dengan Bumi dibandingkan biasanya, sehingga tampak lebih besar dan terang di langit malam.
Menurut data EarthSky yang dikutip dari CNN Science, supermoon Desember akan menjadi yang paling dekat dengan Bumi sepanjang tahun 2026 dengan jarak sekitar 356.740 kilometer.
Jadwal Bulan Purnama 2026
Berdasarkan data Farmers’ Almanac, berikut jadwal bulan purnama yang masih dapat diamati sepanjang 2026:
31 Mei: Blue Moon
29 Juni: Strawberry Moon
29 Juli: Buck Moon
28 Agustus: Sturgeon Moon
26 September: Harvest Moon
26 Oktober: Hunter’s Moon
24 November: Beaver Moon
23 Desember: Cold Moon
Jadwal Puncak Hujan Meteor 2026
Selain bulan purnama, berbagai hujan meteor juga akan menghiasi langit malam tahun ini. Setelah Eta Aquariids pada awal Mei, sejumlah fenomena hujan meteor lainnya diprediksi mencapai puncak pada waktu berikut:
Southern Delta Aquariids: 30–31 Juli
Alpha Capricornids: 30–31 Juli
Perseids: 12–13 Agustus
Orionids: 21–22 Oktober
Southern Taurids: 4–5 November
Northern Taurids: 11–12 November
Leonids: 16–17 November
Geminids: 13–14 Desember
Ursids: 21–22 Desember
Robert Lunsford menjelaskan hujan meteor Perseids diprediksi menjadi salah satu fenomena terbaik karena berlangsung tanpa gangguan cahaya bulan.
Sementara itu, hujan meteor Geminids diperkirakan kembali menghadirkan intensitas tinggi seperti pada 2025 yang mencapai 135 meteor per jam.
“Tidak ada alasan untuk tidak mengharapkan intensitas serupa pada 2026 setelah bulan terbenam,” kata Lunsford.
Fenomena langit sepanjang 2026 diprediksi menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat dan penggemar astronomi untuk menikmati keindahan langit malam dari berbagai wilayah di Indonesia. (A02)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini