Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Sains & Teknologi

Fenomena Langit 2026: Blue Moon dan Hujan Meteor Spektakuler Hiasi Langit

fenomena langit 2026: blue moon dan hujan meteor spektakuler hiasi langit
Ilustrasi Blue Moon. (bbc)

Jakarta, Sinata.id – Tahun 2026 akan menjadi momen istimewa bagi para pecinta astronomi.

Sejumlah fenomena langit menarik diprediksi menghiasi langit malam sepanjang tahun, mulai dari Blue Moon, supermoon, hingga hujan meteor spektakuler.

Advertisement

Koordinator laporan American Meteor Society, Robert Lunsford, menyebut tahun 2026 menjadi salah satu periode terbaik untuk menyaksikan hujan meteor.

“Perseids dan Geminids akan menjadi hujan meteor terbaik tahun ini,” ujar Lunsford.

Blue Moon Terjadi pada Mei 2026

Berbeda dengan tahun-tahun biasa yang hanya memiliki 12 kali bulan purnama, tahun 2026 akan menghadirkan 13 kali bulan purnama. Keunikan tersebut terjadi karena dua bulan purnama muncul pada Mei 2026.

Baca Juga  Bulan Menjauh dari Bumi, Gerhana Matahari Total Diprediksi Akan Hilang

Bulan purnama kedua pada bulan yang sama dikenal sebagai Blue Moon atau bulan biru. Fenomena ini tergolong langka karena biasanya hanya terjadi sekitar setiap 2,5 tahun sekali.

Supermoon Terdekat Terjadi pada Desember

Selain Blue Moon, fenomena supermoon juga akan kembali muncul pada November dan Desember 2026 setelah sebelumnya terjadi pada Januari lalu.

Supermoon terjadi ketika posisi bulan berada lebih dekat dengan Bumi dibandingkan biasanya, sehingga tampak lebih besar dan terang di langit malam.

Menurut data EarthSky yang dikutip dari CNN Science, supermoon Desember akan menjadi yang paling dekat dengan Bumi sepanjang tahun 2026 dengan jarak sekitar 356.740 kilometer.

Jadwal Bulan Purnama 2026

Baca Juga  Fenomena Langit April 2026: Pink Moon, Komet, dan Hujan Meteor Lyrid

Berdasarkan data Farmers’ Almanac, berikut jadwal bulan purnama yang masih dapat diamati sepanjang 2026:

31 Mei: Blue Moon

29 Juni: Strawberry Moon

29 Juli: Buck Moon

28 Agustus: Sturgeon Moon

26 September: Harvest Moon

26 Oktober: Hunter’s Moon

24 November: Beaver Moon

23 Desember: Cold Moon

Jadwal Puncak Hujan Meteor 2026

Selain bulan purnama, berbagai hujan meteor juga akan menghiasi langit malam tahun ini. Setelah Eta Aquariids pada awal Mei, sejumlah fenomena hujan meteor lainnya diprediksi mencapai puncak pada waktu berikut:

Southern Delta Aquariids: 30–31 Juli

Alpha Capricornids: 30–31 Juli

Perseids: 12–13 Agustus

Orionids: 21–22 Oktober

Southern Taurids: 4–5 November

Baca Juga  Cara Nonaktifkan Iklan Mengganggu di Berbagai Merk Ponsel Android

Northern Taurids: 11–12 November

Leonids: 16–17 November

Geminids: 13–14 Desember

Ursids: 21–22 Desember

Robert Lunsford menjelaskan hujan meteor Perseids diprediksi menjadi salah satu fenomena terbaik karena berlangsung tanpa gangguan cahaya bulan.

Sementara itu, hujan meteor Geminids diperkirakan kembali menghadirkan intensitas tinggi seperti pada 2025 yang mencapai 135 meteor per jam.

“Tidak ada alasan untuk tidak mengharapkan intensitas serupa pada 2026 setelah bulan terbenam,” kata Lunsford.

Fenomena langit sepanjang 2026 diprediksi menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat dan penggemar astronomi untuk menikmati keindahan langit malam dari berbagai wilayah di Indonesia. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini