Simalungun, Sinata.id – Kondisi jalan menuju objek wisata Kawah Putih Tinggi Raja di Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Warga menilai minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur kawasan wisata tersebut membuat potensi pariwisata daerah belum berkembang maksimal.
Selama ini, perhatian pemerintah pusat maupun daerah dinilai lebih banyak difokuskan pada pengembangan kawasan wisata Parapat dan sekitarnya. Sementara sejumlah destinasi wisata lain di Kabupaten Simalungun, termasuk Kawah Putih Tinggi Raja, dinilai masih kurang mendapat dukungan pembangunan infrastruktur.
Kawah Putih Tinggi Raja dikenal sebagai kawasan cagar alam dengan sumber air panas berwarna biru yang dikelilingi bukit kapur menyerupai salju putih. Destinasi wisata seluas sekitar empat hektare itu menawarkan panorama alam eksotis yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
Namun, di balik keindahan alam tersebut, akses menuju lokasi masih menjadi keluhan utama pengunjung. Jalan menuju kawasan wisata disebut rusak, berlubang, dan cukup terjal sehingga menyulitkan kendaraan melintas.
Warga Silau Kahean, Sutrisno, mengatakan pemerintah seharusnya melakukan pembenahan infrastruktur jalan dan promosi wisata secara maksimal agar destinasi tersebut mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kalau pemerintah ingin meningkatkan PAD, seharusnya dilakukan perbaikan infrastruktur jalan dan promosi wisata secara besar-besaran,” ujar Sutrisno, Selasa (12/5/2026).
Ia menilai, apabila pemerintah serius melakukan investasi dan pengembangan di kawasan Kawah Putih Tinggi Raja, destinasi tersebut berpotensi menarik wisatawan lokal hingga mancanegara.
Sutrisno juga menyarankan wisatawan yang ingin berkunjung agar menggunakan kendaraan roda dua atau mobil jenis SUV karena kondisi jalan yang rusak dan menanjak.
“Akses jalan masih rusak dan terjal, jadi disarankan menggunakan sepeda motor atau mobil SUV,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan pengunjung untuk tetap menjaga kebersihan dan sopan santun selama berada di kawasan wisata tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, Suryono. Menurutnya, keindahan Kawah Putih Tinggi Raja belum didukung fasilitas dan infrastruktur memadai.
Ia juga menyinggung janji pembangunan infrastruktur yang pernah disampaikan mantan Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga, pada 2021 lalu terkait pengembangan kawasan wisata tersebut.
“Dulu sempat ada komitmen pembenahan infrastruktur agar Kawah Putih Tinggi Raja menjadi destinasi unggulan. Namun sampai sekarang belum terealisasi,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten segera memberikan perhatian serius terhadap pengembangan Kawah Putih Tinggi Raja agar destinasi wisata alam itu mampu menjadi salah satu sektor penopang ekonomi daerah. (SN19)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini