Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMAN 1 Matauli dan Pemko Gunungsitoli Teken MoU

pihak yayasan maju tapian nauli (matauli) sman 1 matauli pandan dan pemerintah kota (pemko) gunungsitoli tandatangani (teken) nota kesepahaman (mou) peningkatan mutu pendidikan.
Penandatanganan MoU

Tapanuli Tengah – Pihak Yayasan Maju Tapian Nauli (Matauli) SMAN 1 Matauli Pandan dan Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli tandatangani (teken) nota kesepahaman (MoU) peningkatan mutu pendidikan.

Penandatanganan MoU dilalukan di SMA Matauli Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, Kamis (7/5/2026).

Advertisement

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Maju Tapian Nauli (Matauli), Fitri Krisnawati Tanjung mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri sejak dini dengan disiplin dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.

“Dengan kecanggihan teknologi saat ini, manfaatkanlah untuk menambah pengetahuan dan kemampuan kalian. Tapi ingat, jangan sampai teknologi seperti ChatGPT terlihat pintar, sementara kalian sendiri tidak belajar apa-apa,” kata Fitri.

Menurutnya, penggunaan ChatGPT dalam proses belajar diperbolehkan selama dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti membuat soal latihan, berlatih menjawab pertanyaan, maupun menganalisis kesalahan dalam belajar.

“Buatlah pilihan yang baik. Kalau kalian belum tahu bagaimana menentukan pilihan untuk mencapai cita-cita, mintalah bantuan kepada orang tua, guru, atau orang-orang yang bisa membimbing kalian,” tambahnya.

Baca Juga  Mahasiswa Tuding Proyek Master Plan RSUD Djasamen Saragih Rp2 M Beraroma Korupsi

Fitri juga mengingatkan pentingnya rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai para pelajar dari Kepulauan Nias memiliki kesempatan yang lebih besar dibandingkan banyak anak lainnya.

“Pesan ibu, jangan pernah melupakan Nias. Kalian harus kembali memikirkan bagaimana membangun dan memajukan daerah kalian sendiri. Jangan nanti setelah menjadi insinyur dan bekerja nyaman di Jepang atau di kota besar, malah melupakan kampung halaman,” ujarnya di hadapan para pelajar asal Gunungsitoli.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Gunungsitoli, Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Arhamdus Juski Hia mengatakan, program kerja sama tersebut saat ini belum berjalan sepenuhnya karena baru dimulai pada pertengahan tahun ini. Namun, ia berharap ke depan program tersebut dapat berjalan lebih optimal.

“Sebenarnya dalam empat tahun terakhir kami sudah mulai menjalin kerja sama dan saat ini prosesnya masih berlangsung bersama SSC. Untuk Kota Gunungsitoli sendiri, kerja sama ini nantinya ditujukan bagi siswa kelas XII,” katanya.

Baca Juga  Warga Temukan Tumpukan Bantuan Bencana di Posko Hutanabolon Sampai Busuk

Arhamdus menjelaskan, apabila program tersebut berjalan baik, maka tidak menutup kemungkinan cakupan kerja sama akan diperluas, tentunya dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Karena masih dibatasi wilayah administrasi, untuk sementara sasaran utama kami adalah siswa yang berasal dari satuan pendidikan di Kota Gunungsitoli. Kami juga berharap daerah lain di Kepulauan Nias, seperti Nias Barat, Nias Utara, dan Nias Selatan, dapat merespons program ini sehingga nantinya bisa diadopsi atau direplikasi di daerah masing-masing,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pihak yayasan dan SMAN 1 Matauli atas dukungan terhadap program peningkatan mutu pendidikan tersebut.
“Kota Gunungsitoli mungkin hanya menjadi pintu masuk awal, namun harapan kami ke depan seluruh daerah di Kepulauan Nias dapat ikut terlibat dalam kerja sama ini,” tambahnya.

Menurut Arhamdus, keberadaan MoU tersebut penting agar seluruh bentuk kerja sama yang dilakukan Yayasan SMAN 1 Matauli terhadap siswa dari Kepulauan Nias memiliki dasar hukum yang jelas.

“Dengan demikian, program ini tidak dipandang sebagai privilege yang menimbulkan kecemburuan, melainkan sesuatu yang wajar dan terbuka bagi seluruh daerah,” katanya.

Baca Juga  Update Bencana Tapteng, Korban Meninggal Tambah jadi 131 Orang, 8 Desa Masih Terisolir

Ia berharap anak-anak dari Kepulauan Nias memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. Meski demikian, proses seleksi tetap diberlakukan sesuai persyaratan dan kriteria yang ditetapkan pihak yayasan dan sekolah.

“Kepada adik-adik semua, jangan terlalu memikirkan kegagalan. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana caranya bisa berhasil. Jika belum berhasil di satu jalan, masih ada jalan lainnya. Tidak bisa hari ini, mungkin besok. Tidak bisa tahun ini, mungkin tahun depan,” jelasnya.

Menurutnya, selama masih ada waktu dan kesempatan, para pelajar harus terus berusaha dan tidak takut gagal dalam meraih cita-cita.

“Ada banyak jalan menuju Roma. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Yakinlah bahwa usaha yang sungguh-sungguh, ditambah doa orang tua, akan membawa kalian menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (SN16)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini