Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Dunia

WHO Tegaskan Hantavirus Tidak Menular Luas, Tiga Tewas di Kapal MV Hondius

who tegaskan hantavirus tidak menular luas, tiga tewas di kapal mv hondius
Ilustrasi wabah hantavirus. (freepik)

Jenewa, Sinata.id — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa hantavirus tidak menimbulkan risiko penularan luas dan tidak memerlukan pembatasan perjalanan internasional.

Kepala Kantor WHO Eropa, Hans Kluge, menyampaikan bahwa infeksi hantavirus umumnya berkaitan dengan paparan lingkungan, terutama melalui kontak dengan urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi.

Advertisement

“Meski dalam beberapa kasus dapat menyebabkan kondisi serius, virus ini tidak mudah menular antarmanusia. Risiko bagi masyarakat luas tetap rendah dan tidak ada alasan untuk panik,” ujarnya melalui platform X, Senin (4/5/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah laporan mengenai dugaan wabah hantavirus di kapal ekspedisi MV Hondius, yang berlayar dari Ushuaia, Argentina, menuju Cape Verde.

Tiga Penumpang Dilaporkan Meninggal

Insiden tersebut menjadi perhatian setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia selama perjalanan. Selain itu, beberapa penumpang dan kru mengalami kondisi kesehatan serius.

Baca Juga  Belajar Pengobatan dari Internet, Pria Muda di China Masukkan Lintah ke Penis Berujung Operasi

Seorang travel blogger asal Amerika Serikat, Jake Rosmarin, yang berada di kapal tersebut, membagikan kondisi mencekam melalui video di media sosial.

“Saat ini kami berada dalam situasi yang sangat nyata. Kami bukan sekadar berita, tetapi manusia yang ingin merasa aman dan kembali ke rumah,” ungkapnya.

Dalam keterangannya, Rosmarin menyebutkan bahwa terdapat sekitar 149 orang di atas kapal yang kini berada dalam kondisi waspada.

Kronologi Kasus

Peristiwa bermula pada 11 April, ketika seorang pria berusia 70 tahun asal Belanda mengalami gejala mendadak berupa demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare. Ia meninggal dunia saat kapal singgah di Pulau St Helena.

Tidak lama kemudian, istrinya yang berusia 69 tahun juga meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Johannesburg. Korban ketiga merupakan warga Jerman yang meninggal di atas kapal.

Baca Juga  CDC Taiwan Masukkan Virus Nipah Kategori 5, Indonesia Diminta Waspada

Selain itu, dua kru kapal dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akut dan direncanakan untuk dievakuasi guna mendapatkan perawatan medis.

WHO Masih Lakukan Investigasi

WHO menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung, termasuk melalui pengujian laboratorium dan analisis epidemiologis. Proses pengurutan genom virus juga tengah dilakukan untuk memastikan jenis dan sumber infeksi.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus merupakan infeksi langka yang ditularkan dari hewan pengerat ke manusia. Penularan biasanya terjadi melalui udara yang terkontaminasi partikel dari urine, kotoran, atau air liur tikus.

Selain itu, penularan dapat terjadi melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi atau gigitan hewan pengerat, meskipun kasus penularan antarmanusia tergolong jarang.

Salah satu bentuk penyakit yang ditimbulkan adalah Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang diawali dengan gejala mirip flu seperti demam, nyeri otot, dan sakit kepala. Kondisi ini dapat berkembang cepat menjadi gangguan serius pada paru-paru dan jantung.

Baca Juga  Setelah 2 Tahun Perang, Warga Gaza Berduyun Kembali ke Rumah yang Rata dengan Tanah

Selain HPS, terdapat juga Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang memengaruhi ginjal.

Menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), tingkat kematian HPS mencapai sekitar 35 persen, sedangkan HFRS berkisar antara 1 hingga 15 persen.

Hingga saat ini belum tersedia pengobatan khusus untuk hantavirus. Namun, penanganan medis sejak dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan pasien. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini