Info Market CPO
🗓 Update: Senin, 4 Mei 2026 |15:05 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15415 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15400 15297 (PAA) 15300 (AGM) 15145 EUP ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15198 (PRISCOLIN) 15097 (PAA) 15100 (AGM) 15215 PRISCOLIN ACC
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14875 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14850 14589 (MNA) 14600 (PBI) 14965 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15035 14589 (MNA) 14700 (PBI) 15065 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • PRISCOLIN unggul pada FOB TDUKU
  • Segmen LOCO masih cenderung melemah dan belum merata
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Hukum & Peristiwa

Ayah Tikam Anak Kandung hingga Kritis, Diduga Halusinasi Usai Konsumsi Sabu

ayah tikam anak kandung
Police line. (Foto: Ist)

Tulang Bawang Barat, Sinata.id – Seorang pria berinisial RY (34), warga Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, ditangkap aparat kepolisian setelah diduga menganiaya anak kandungnya yang masih di bawah umur hingga kritis.

Peristiwa tragis itu terjadi pada 29 April 2026 di rumah korban, saat sang anak tengah makan sambil menonton televisi.

Advertisement

Kasatreskrim Polres Tulang Bawang Barat, Juherdi Sumandi, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan, pelaku diduga melakukan aksi kekerasan setelah mengalami halusinasi akibat mengonsumsi narkotika jenis sabu.

“Pelaku berhalusinasi dan mengira korban bukan anak kandungnya, sehingga melakukan penganiayaan menggunakan sebilah pisau,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Dalam kondisi tidak terkendali, pelaku masuk ke dalam rumah sambil membawa pisau dan langsung menyerang korban secara membabi buta. Korban mengalami luka tusuk sebanyak lima hingga delapan kali di bagian perut dan punggung.

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini