Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Sains & Teknologi

NASA Ungkap Sungai Purba di Mars, Bukti Air Pernah Mengalir Miliaran Tahun

nasa ungkap sungai purba di mars, bukti air pernah mengalir miliaran tahun
Ilustrasi 3D topografi yang menampilkan sebuah lembah sungai purba di Mars. (nasa)

Pematangsiantar, Sinata.id – Penjelajahan rover Perseverance milik NASA kembali mengungkap fakta baru tentang masa lalu Mars.

Di wilayah Kawah Jezero, para ilmuwan menemukan bukti adanya sistem sungai purba yang lebih besar dan lebih tua dari yang sebelumnya diketahui.

Advertisement

Temuan ini diperoleh melalui instrumen radar penembus tanah RIMFAX yang mampu memetakan lapisan bawah permukaan hingga kedalaman puluhan meter. Hasilnya menunjukkan keberadaan delta kuno yang terbentuk jauh sebelum struktur yang saat ini tampak di permukaan Mars.

Air di Mars Mengalir dalam Waktu Panjang

Penelitian ini mengindikasikan bahwa air tidak hanya hadir sesaat di Mars, melainkan mengalir dalam beberapa fase selama periode yang panjang. Berdasarkan analisis geologi, sistem sungai tersebut diperkirakan telah ada sejak periode Noachian, sekitar 4,2 hingga 3,7 miliar tahun lalu.

Baca Juga  Astronaut Artemis II Kembali ke Bumi, Misi Berawak Keliling Bulan Berakhir Sukses

Ahli geomikrobiologi Emily Cardarelli menyebutkan bahwa data RIMFAX mengungkap sistem aliran air yang jauh lebih luas dibandingkan hasil pengamatan sebelumnya dari orbit.

“Temuan ini menunjukkan adanya periode panjang proses pengendapan oleh air, perubahan kimia, serta kondisi yang memungkinkan kehidupan,” ujarnya.

Selama pengamatan antara September 2023 hingga Februari 2024, Perseverance melakukan puluhan lintasan dengan total jarak lebih dari 6 kilometer. Radar berhasil menembus hingga kedalaman lebih dari 35 meter di bawah permukaan.

Struktur Geologi Kompleks Terungkap

Dari hasil pemindaian, ilmuwan menemukan lapisan batuan miring yang di Bumi biasanya terbentuk akibat endapan sedimen dari aliran air. Selain itu, terdeteksi pula struktur seperti saluran, endapan berbentuk kipas (lobe), serta batuan besar yang terkubur.

Baca Juga  NASA Buka Send Your Name to Space 2026, Ini Syarat dan Caranya

Gabungan data menunjukkan unit geologi yang disebut “Margin” memiliki ketebalan sekitar 85 hingga 90 meter. Ketebalan ini diyakini terbentuk dari beberapa episode aliran air yang terjadi secara berulang dan diselingi proses erosi.

Keberagaman struktur ini menunjukkan bahwa sistem sungai di Mars pada masa lalu memiliki kompleksitas tinggi.

Peluang Kehidupan di Masa Lalu

Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang mendukung kehidupan. Semakin lama air bertahan di permukaan, semakin besar peluang munculnya mikroorganisme.

Selain itu, struktur bawah permukaan yang ditemukan berpotensi menyimpan jejak kehidupan atau biosignature. Lapisan tersebut dapat merekam kondisi kimia dan mineral yang terbentuk saat air masih mengalir di planet tersebut.

Baca Juga  Lima Kode Redeem FC Mobile 18 Februari 2026, Klaim Gems dan TOTY

Para peneliti menyebut kawasan Kawah Jezero kemungkinan pernah menjadi lingkungan layak huni bagi mikroba di masa lalu.

Mars Pernah Lebih “Hidup”

Penemuan ini menambah bukti bahwa Mars dahulu bukan planet kering seperti saat ini. Sebaliknya, Planet Merah pernah memiliki sistem air yang luas dan aktif.

Dengan temuan baru ini, para ilmuwan kini memiliki petunjuk penting untuk memahami sejarah geologi Mars sekaligus membuka peluang baru dalam pencarian jejak kehidupan di luar Bumi. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini