Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Dunia

Peter Magyar Menang Pemilu Hongaria, Uni Eropa Lega, Trump Kena Dampaknya

peter magyar menang pemilu hongaria, uni eropa lega, trump kena dampaknya
Peter Magyar. (gettyimages)

Budapest, Sinata.id — Peter Magyar resmi menjadi Perdana Menteri Hongaria setelah memenangkan pemilu pada Minggu (12/4/2026).

Kemenangannya disambut para pemimpin Eropa dan dinilai sebagai pukulan bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Advertisement

Magyar berhasil menggeser posisi pendahulunya, Viktor Orban, yang telah berkuasa selama 16 tahun. Pergantian kepemimpinan ini disambut positif oleh sejumlah pemimpin Eropa.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan kelegaannya atas hasil pemilu tersebut. “Hongaria telah memilih Eropa,” tulisnya, seraya menilai negara itu kembali ke jalur integrasi Eropa.

Hal senada disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, yang menilai kemenangan Magyar sebagai kembalinya Hongaria ke arus utama politik Eropa.

Baca Juga  Lonjakan 55% Wisatawan Asing ke Budapest saat Akhir Pekan Valentine 2026

Dampak bagi Uni Eropa

Kemenangan Magyar dinilai sebagai sinyal positif bagi Uni Eropa. Selama ini, kepemimpinan Viktor Orban kerap menjadi hambatan dalam pengambilan keputusan kolektif di Uni Eropa.

Orban beberapa kali memveto kebijakan penting, termasuk dukungan finansial bagi Ukraina. Selain itu, kebijakannya dinilai memperlambat sanksi terhadap Rusia terkait invasi ke Ukraina.

Hubungan Orban dengan Uni Eropa juga kerap memanas karena kedekatannya dengan Rusia. Bahkan, Komisi Eropa sempat menangguhkan pendanaan miliaran euro kepada Hongaria karena dinilai melanggar prinsip demokrasi, supremasi hukum, dan pemberantasan korupsi.

Berbeda dengan Orban, Magyar dianggap sebagai politisi sayap kanan yang lebih moderat. Ia menyatakan kesediaannya untuk memperbaiki hubungan dengan Uni Eropa dan membuka ruang kompromi.

Baca Juga  20 Anak di India Tewas Akibat Keracunan Sirup Obat Batuk

“Saya yakin akan ada perdebatan, tetapi kami tidak datang ke Uni Eropa hanya untuk berkonflik,” ujar Magyar.

Dampak bagi Amerika Serikat

Kekalahan Viktor Orban juga dikaitkan dengan melemahnya pengaruh jaringan populisme sayap kanan global yang selama ini beririsan dengan Trump.

Orban dikenal sebagai sekutu dekat Trump. Mantan penasihat Trump, Steve Bannon, bahkan pernah menyebut Orban sebagai “Trump sebelum Trump”.

Dalam pemilu terakhir, Trump secara terbuka mendukung Orban, sementara Orban juga konsisten mendukung kembalinya Trump ke Gedung Putih. Kedekatan ini bahkan ditandai dengan kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Hongaria menjelang pemilu.

Namun, kekalahan Orban memicu evaluasi di kalangan politisi sayap kanan Eropa terkait efektivitas afiliasi dengan gerakan seperti MAGA.

Baca Juga  Dampak Langsung Pidato Trump, Dolar AS Menurun, Rupiah Mencatat Penguatan Tipis

Menteri Pertahanan Belgia, Theo Francken, bahkan menyindir bahwa dukungan jaringan tersebut justru sering berujung pada kekalahan dalam pemilu.

Arah Hubungan Eropa–AS

Meski demikian, arah hubungan antara Eropa dan AS pasca kemenangan Magyar masih belum dapat dipastikan. Sebelumnya, hubungan AS dengan negara-negara NATO di Eropa sempat mengalami ketegangan akibat kebijakan dan retorika Trump sepanjang 2026.

Di sisi lain, Magyar menyebut AS sebagai mitra penting bagi Hongaria. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menjalin komunikasi dengan Trump jika diperlukan.

Kemenangan Magyar menandai babak baru politik Hongaria sekaligus membuka peluang perbaikan hubungan dengan Uni Eropa, meskipun dinamika geopolitik global tetap menjadi faktor penentu ke depan. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini