Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K •DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
NewsPematangsiantarSimalungun

Jembatan Zaman Belanda di Siantar Berusia 134 Tahun Ambruk

jembatan zaman belanda di siantar berusia 134 tahun ambruk

Simalungun, Sinata.id – Sebagian badan jembatan di Jalan Ulakma Sinaga, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, ambruk pada Kamis 22 Mei 2025.

Persisnya, jembatan yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda tersebut, ambruk pada malam hari, sekira jam 20.30 WIB. Jembatan disebut telah berusia ratusan tahun.

Advertisement

Warga mengetahui jembatan berusia sekira 134 tahun, setelah ambruk. Sebab, ketika warga memperhatikan dan memeriksa material bangunan jembatan yang roboh, warga menemukan tulisan pada riol, dibuat tahun 1891.

“Itu (jembatan dibangun kapan) kamI ketahui, karena ambruk ini lah. Jadi, pas kami turun kebawah, melihat ada riol bertuliskan, dibuat tahun 1891,” ujar S Manik, warga sekitar jembatan, Jumat 23 Mei 2025.

Baca Juga  RS Vita Insani Tutup 410 Meter Persegi Lahan Drainase, Lalu Bayar Sewa Rp 31 Juta Per Tahun

S Manik yang mengaku berusia 40 an tahun, menyebut, sejak dirinya masih bocah, jembatan itu telah terbentang dengan kokoh di tempatnya, sebagai penghubung jalan ke beberapa nagori (desa) sekitar.

“(Jembatan ambruk) Mungkin karena usianya yang sudah cukup tua, serta dampak dari hujan deras yang kerap turun dalam beberapa hari belakangan ini,” ujar S Manik.

Rahmadani Saragih, warga lain yang bertempat tinggal di samping jembatan yang ambruk tersebut mengatakan, Kamis malam, saat sedang duduk di teras rumahnya, ia dikejutkan dengan getaran seperti gempa yang cukup kuat, serta suara benturan yang sangat keras.

“Ngeri lah. Saya pas duduk di sini (teras rumahnya) jaga jualan. Tiba-tiba ada getaran seperti gempa yang kuat dan ada suara keras jatuh. Itu sekira jam setengah 9 malam,” tutur Rahmadani.

Baca Juga  Pengamat Sebut Drainase Tak Boleh Ditutup, Warga Keluhkan Banjir di Dekat RS Vita Insani

Lalu Rahmadani menyadari, kalau jembatan di samping rumah nya telah ambruk. Sebutnya, hal itu membuat warga berdatangan ke lokasi, serta membuat lalu lintas jalan menjadi macet.

Katanya, jembatan berusia tua itu merupakan penghubung untuk tiga nagori. Diantaranya, Nagori Rambung Merah, Karang Bangun dan Pamatang Simalungun.

“Macet lah semalam di sini bang. Heboh lah. Semua orang orang ke sini,” ungkapnya, lalu berharap, agar Pemkab Simalungun segera melakukan perbaikan.

Kepala Nagori (Pangulu) Pamatang Simalungun, Mangihut Martua Manik mengatakan, dirinya telah melaporkan peristiwa ambruknya jembatan itu ke Pemkab Simalungun melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Simalungun dan Camat Siantar.

“Jadi mereka (pihak BPBD dan camat) juga sudah turun ke sini, melihat kondisi jembatan tersebut,” katanya.

Baca Juga  Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah Dianggap Solusi untuk Masyarakat

Mangihut juga sangat berharap, agar Pemkab Simalungun segera melakukan perbaikan. Karena jembatan yang ambruk, selama ini menjadi penghubung untuk tiga nagori di Kecamatan Siantar.

“Itu akses utama. Kalau putus, terlalu jauh lah memutar (harus melalui wilayah Kota Pematangsiantar) untuk aktivitas warga,” ujarnya menyampaikan keluhan yang dihadapi warga tiga nagori. (Akb)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini