Pasuruan, Sinata.id – Masjid Muhammad Cheng Hoo Pasuruan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di jalur utama Surabaya–Malang.
Masjid ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi lokasi singgah bagi pengguna jalan yang ingin beristirahat sejenak selama perjalanan.
Daya tarik utama masjid tersebut terletak pada desain arsitekturnya yang mengusung nuansa Tionghoa. Dominasi warna merah, kuning, dan hijau membuat bangunan ini tampak mencolok dan berbeda dibanding masjid pada umumnya.
Salah satu pengunjung, Rozi, mengaku tertarik singgah karena keunikan desain bangunan. Selain menunaikan ibadah, ia juga ingin melihat langsung arsitektur masjid yang dikenal khas tersebut.
Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga kerap dijadikan tujuan wisata religi oleh rombongan pengunjung. Banyak di antaranya memanfaatkan lokasi tersebut untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Letaknya yang strategis di jalur penghubung kota besar memudahkan akses bagi masyarakat. Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, mulai dari area ibadah yang luas, tempat wudu yang memadai, hingga area parkir yang mampu menampung banyak kendaraan.
Masjid ini juga dikenal ramah bagi pemudik. Saat musim mudik dan libur panjang, banyak musafir yang memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat singgah.
Pengunjung lainnya, Ningsih, menyebut kondisi masjid yang bersih dan nyaman membuatnya betah untuk beristirahat sambil menunggu waktu salat.
Suasana yang tertata rapi turut menambah kenyamanan pengunjung. Tidak sedikit keluarga yang datang sekaligus memanfaatkan kunjungan untuk mengenalkan nilai toleransi dan keberagaman budaya kepada anak-anak.
Dengan keunikan arsitektur, fasilitas yang memadai, serta lokasi yang strategis, Masjid Muhammad Cheng Hoo di Pandaan terus menjadi salah satu ikon wisata religi di Jawa Timur dan memberikan pengalaman spiritual bagi para pengunjung. (A18)
Sumber: Situs Kemenag










Jadilah yang pertama berkomentar di sini