Jakarta, Sinata.id — Pergerakan pemudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan eskalasi tajam. Kementerian Perhubungan mencatat, jumlah penumpang angkutan umum sudah mencapai 6.251.806 orang hingga H-4 Lebaran atau periode 13–17 Maret 2026.
Angka ini bukan sekadar besar—melainkan melonjak 10,98% dibandingkan tahun lalu yang berada di kisaran 5,63 juta penumpang.
Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa arus mudik tahun ini bergerak lebih cepat dari pola biasanya.
Pemerintah menilai percepatan arus mudik tidak terjadi begitu saja. Ada faktor besar yang mendorong masyarakat bergerak lebih dini: fleksibilitas kerja.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menyebut tren ini berkaitan langsung dengan kebijakan kerja fleksibel dan cuti bersama.
“Tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat telah melakukan mudik lebih awal memanfaatkan kebijakan work from anywhere maupun cuti bersama,” ujarnya, dikutip Rabu (18/3/2026).
Dengan kata lain, mudik tak lagi menumpuk di hari-hari terakhir—melainkan menyebar sejak jauh hari.
Dari seluruh moda transportasi, kereta api tampil sebagai pilihan utama masyarakat.
Data Kemenhub menunjukkan, sektor perkeretaapian mencatat kenaikan tertinggi hingga 15,67%, dengan total penumpang mencapai lebih dari 1,8 juta orang.
Di belakangnya, angkutan penyeberangan ikut melonjak lebih dari 11%, disusul transportasi laut dan udara yang juga mengalami pertumbuhan signifikan.
Sementara itu, angkutan darat tetap meningkat, meski tidak setinggi moda lainnya.
Meski angka sudah menembus jutaan, pemerintah menegaskan ini belum puncak arus mudik.
Justru, kondisi saat ini disebut sebagai fase awal yang bisa menjadi indikator kepadatan ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Dengan tren kenaikan yang konsisten, simpul-simpul transportasi seperti stasiun, pelabuhan, dan bandara diperkirakan akan mengalami tekanan besar menjelang H-1 Lebaran. [a46]







Jadilah yang pertama berkomentar di sini