Medan, Sinata.id – Penyelenggaraan Ramadhan Fair XX Tahun 1447 Hijriah di Kota Medan mencatat total perputaran transaksi bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Kegiatan yang berlangsung sejak 25 Februari tersebut resmi ditutup pada Senin (16/3/2026).
Penutupan dilakukan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala dan Zulkarnaen, Sekretaris Daerah Wiriya Al Rahman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan organisasi perangkat daerah.
Pemerintah Kota Medan menilai kegiatan tahunan tersebut telah berkembang menjadi agenda penting yang tidak hanya berkaitan dengan perayaan Ramadan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Selama pelaksanaan, panitia mencatat rata-rata transaksi harian mencapai sekitar Rp110 juta.
Ramadhan Fair tahun ini melibatkan sekitar 150 gerai kuliner dan puluhan stan kriya yang tersebar di kawasan sekitar Masjid Raya Al-Mashun dan Taman Sri Deli. Kehadiran pelaku UMKM dinilai menjadi faktor utama penggerak ekonomi dalam kegiatan tersebut.
Selain aktivitas ekonomi, penyelenggaraan Ramadhan Fair juga diisi berbagai kegiatan keagamaan dan edukatif, seperti tausiyah, lomba da’i cilik, lomba azan, hafalan surah pendek, hingga peringatan Nuzulul Qur’an. Rangkaian acara tersebut dirancang untuk memperkuat nilai spiritual masyarakat selama bulan suci.
Panitia juga mencatat tingkat kunjungan masyarakat cukup tinggi, dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar dua ribu orang per hari sepanjang kegiatan berlangsung.
Pemerintah Kota Medan berharap kegiatan serupa ke depan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi terus dikembangkan sebagai ruang interaksi sosial, penguatan ekonomi rakyat, serta pelestarian nilai budaya dan keagamaan di tengah masyarakat. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini