Jakarta, Sinata.id – Penyanyi dangdut Denada Tambunan akhirnya angkat bicara mengenai polemik yang menyeret namanya terkait putranya, Ressa Rizky Rossano. Ia membantah tudingan yang menyebut dirinya telah membuang anak tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Denada saat menjadi bintang tamu dalam podcast di kanal YouTube Feni Rose. Kemunculan Denada terjadi di tengah gugatan perdata yang dilayangkan Ressa terhadap dirinya.
Ressa diketahui menggugat Denada secara perdata senilai Rp7 miliar di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur. Hingga kini, proses hukum tersebut masih bergulir dan belum mencapai kesepakatan damai.
Dibantah Dibuang Sejak Kecil
Sebelumnya, Ressa mengaku sebagai anak kandung Denada yang tidak dibesarkan langsung oleh ibunya. Ia diketahui tumbuh dalam pengasuhan paman dan bibi Denada sejak kecil.
Ressa diasuh oleh pasangan Dino Rossano Hansa dan Ratih Puspita Dewi. Sementara itu, Denada sendiri sebelumnya telah mengakui Ressa sebagai anak kandungnya melalui unggahan di media sosial.
Dalam podcast tersebut, Denada menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat untuk membuang anaknya.
“Aku ingin dia tahu bahwa tidak seperti itu. Aku tidak pernah membuang dia,” ujar Denada, Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan bahwa kehamilan tersebut dijalani dengan penuh kesadaran dan kasih sayang.
“Aku mengandung dan melahirkan dia dengan penuh kasih. Keputusan itu aku ambil secara sadar tanpa keraguan,” katanya.
Meski demikian, Denada mengaku memahami jika Ressa merasa ditelantarkan karena tidak dibesarkan secara langsung olehnya.
Hamil di Usia 20 Tahun
Dalam kesempatan itu, Denada juga mengungkapkan bahwa Ressa lahir dari hubungan di luar pernikahan. Ia mengaku hamil saat usianya masih sekitar 20 tahun.
Saat mengetahui dirinya hamil, Denada mengaku sempat diliputi rasa takut dan kebingungan karena merasa belum cukup matang secara mental.
“Waktu itu aku masih 20 tahun. Aku takut dan bingung karena merasa belum cukup dewasa secara mental,” ungkapnya.
Meski menghadapi situasi sulit, Denada menegaskan bahwa ia tidak pernah ragu untuk mempertahankan kehamilan tersebut.
“Sejak awal aku tidak pernah ragu untuk meneruskan kehamilan ini dan melahirkan anakku,” ujarnya.
Ia juga menyadari adanya kemungkinan bahwa ayah dari anak tersebut tidak akan ikut bertanggung jawab. Namun hal itu tidak memengaruhi keputusannya.
“Aku sudah memperkirakan risikonya. Tapi keputusan untuk melahirkan anak ini aku ambil dengan kesadaran penuh,” kata Denada.
Kehamilan Sempat Dirahasiakan
Denada mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan ia sempat menyembunyikan kehamilannya dari banyak orang. Bahkan ibunya, mendiang Emilia Contessa, baru mengetahui kondisi tersebut ketika usia kandungannya sudah cukup besar.
Ia mengaku sempat merasa takut untuk menceritakan hal tersebut kepada sang ibu.
“Ada rasa takut untuk bicara kepada Mama, jadi aku menunggu cukup lama sebelum akhirnya memberi tahu,” ujarnya.
Namun ketika mengetahui kondisi tersebut, Emilia Contessa justru memberikan dukungan kepada Denada.
“Mama kaget, tetapi tidak marah. Mama justru memberikan dukungan kepada aku,” katanya.
Selama menjalani masa kehamilan, Denada tetap menjalani aktivitas pekerjaan seperti biasa meskipun mengalami mual dan morning sickness.
Lahir Lebih Cepat dari Perkiraan
Denada juga mengungkapkan bahwa Ressa lahir lebih cepat dari perkiraan waktu kelahiran. Meski demikian, ia bersyukur karena sang anak lahir dalam kondisi sehat.
“Aku melahirkan normal sebelum waktunya, tetapi Alhamdulillah dia lahir sehat,” ujarnya.
Meski bersyukur atas kelahiran putranya, Denada mengaku sempat merasakan kesedihan karena situasi yang dihadapinya saat itu tidak ideal bagi seorang anak.
“Seharusnya situasinya ideal, ada ayah dan ibu. Tapi saat itu semuanya harus dirahasiakan, dan itu yang membuat aku sedih,” tutup Denada. (A02)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini