Jakarta, Sinata.id — Ratusan jemaah umrah asal Indonesia kini masih tertahan di Arab Saudi, tidak dapat segera kembali ke Tanah Air menyusul gangguan penerbangan internasional yang dipicu eskalasi konflik besar di kawasan Timur Tengah. Situasi ini, menurut Kementerian Luar Negeri (Kemlu), telah memaksa perubahan rute dan pembatasan ruang udara, sehingga puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang melaksanakan ibadah umrah terpaksa menunda kepulangan mereka.
Krisis di udara ini membuat sejumlah jemaah yang sudah menyelesaikan ibadah menunggu rute penerbangan kembali yang tersedia. Plt. Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa hingga kini belum ada laporan WNI yang secara langsung menjadi korban serangan atau insiden keamanan fisik, namun hambatan transportasi membuat banyak jemaah terjebak di lokasi.
Baca Juga: Viral! Siswa SMA di Riau Bongkar Isi Paket MBG: “Gimana Mau Bergizi, Isinya Seuprit”
“Yang terdampak saat ini adalah adanya WNI stranded karena pembatasan atau penutupan ruang udara, pengalihan rute penerbangan, serta ketidakpastian jadwal transportasi internasional,” ujar Heni saat konferensi pers di Jakarta, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Keterlambatan kepulangan ini bukan kasus kecil. Laporan terbaru mengungkap bahwa sekitar 300 jemaah umrah Indonesia tercatat mengalami kendala pulang, tersebar di kota‑kota seperti Jeddah dan Makkah. Para jemaah ini kini menunggu penjadwalan ulang penerbangan melalui koordinasi maskapai dan otoritas setempat.
Upaya Pemerintah Indonesia
Dalam menghadapi situasi yang semakin kompleks, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah terus memperkuat pengawasan dan pendampingan jemaah. Tim teknis pendamping jemaah dikerahkan untuk memantau proses kepulangan, termasuk memastikan adanya konsumsi, akomodasi, dan informasi transportasi yang jelas bagi para WNI yang masih menunggu.
Salah satu petugas dari KJRI Jeddah menegaskan bahwa mereka bekerja siaga 24 jam, mengambil langkah koordinatif dengan maskapai dan pihak travel untuk mendapatkan slot penerbangan terbaik. Bahkan upaya monitoring menyasar dua bandara utama yang menjadi lokasi keberangkatan dan kepulangan.
Walaupun mayoritas jemaah telah berhasil dipulangkan dengan selamat, keterlambatan masih terjadi di sebagian kecil jemaah. Pemerintah RI menegaskan komitmennya untuk melakukan perlindungan penuh, agar setiap WNI yang menjalankan ibadah di luar negeri tidak berada dalam kondisi tanpa kepastian kembali ke Indonesia.
Imbauan Penundaan Umrah
Sebelumnya, pemerintah melalui Kemlu juga telah mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan umrah hingga situasi benar‑benar dinyatakan kondusif dan aman. Ini menjadi langkah pencegahan yang krusial di tengah ketidakpastian jadwal penerbangan akibat konflik yang terus berlangsung. [a46]









Jadilah yang pertama berkomentar di sini