Pematangsiantar, Sinata.id – Stok bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pematangsiantar dilaporkan dalam kondisi aman.
Meski demikian, masyarakat sempat memadati sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akibat meningkatnya pembelian BBM oleh warga, Jumat (6/3/2026).
Antrean kendaraan terlihat di beberapa SPBU sejak pagi hari. Kendaraan roda dua dan roda empat memadati area pengisian bahan bakar, bahkan di beberapa lokasi antrean mencapai lebih dari satu kilometer.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean terjadi di sejumlah SPBU, di antaranya di Jalan Melanthon Siregar, Jalan Ahmad Yani, Jalan Medan Km 4,5, Jalan Medan Km 6, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Patuan Nagari Parluasan, Jalan Sangnaualuh Simpang Sambo, serta Jalan Rakutta Sembiring.
Meningkatnya pembelian BBM oleh masyarakat disebut berkaitan dengan kekhawatiran terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan minyak dunia.
Isu mengenai kemungkinan penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak global juga turut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat.
Di sisi lain, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai cadangan BBM nasional yang berada pada kisaran 20 hari memunculkan berbagai penafsiran di tengah masyarakat.
Sebagian warga memilih mengisi penuh tangki kendaraan sebagai langkah antisipasi.
Baca juga: Konsumsi Energi Diprediksi Melonjak Saat Mudik, Stok BBM Dijamin Cukup
Ayu, salah seorang warga yang mengantre di SPBU, mengatakan antrean panjang membuat sebagian masyarakat memilih segera membeli BBM.
“Awalnya saya tidak terlalu khawatir. Tapi setelah melihat antrean panjang di beberapa SPBU, saya ikut mengisi BBM,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Agus. Ia mengatakan informasi mengenai cadangan BBM nasional mendorong sebagian masyarakat untuk mengisi bahan bakar lebih awal.
“Kami mendengar stok nasional sekitar 20 hari. Jadi banyak yang memilih mengisi penuh tangki kendaraan,” katanya.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak Pertamina wilayah Pematangsiantar menyatakan distribusi BBM masih berjalan normal.
Petugas Pertamina, Darma, menjelaskan bahwa informasi mengenai cadangan BBM selama 20 hari merupakan standar cadangan operasional nasional.
“Cadangan tersebut adalah sistem operasional distribusi. Sebelum 20 hari, pasokan baru sudah masuk kembali,” kata Darma.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan agar distribusi tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. (SN10)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini