Jakarta, Sinata.id — Sejak pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah, perhatian publik terutama para pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri, tertuju pada satu pertanyaan: kapan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 bagi pensiunan akan masuk rekening? dan berapa besarannya?
Informasi terbaru yang berkembang hingga hari ini menunjukkan adanya kemungkinan pencairan yang lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya, berbarengan dengan atau bahkan sebelum jadwal THR ASN aktif disalurkan. Pemerintah masih menunggu pengumuman resmi melalui Peraturan Pemerintah atau keputusan presiden sebagai acuan final pencairan.
Estimasi Jadwal
Berdasarkan pola administrasi sebelumnya dan sejumlah prediksi pakar, THR pensiunan berpotensi dicairkan sekitar awal hingga pertengahan Maret 2026. Sumber-sumber independen memperkirakan rentang tanggal pencairan antara 9 hingga 13 Maret, mendekati H-10 Idul Fitri jika Lebaran diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Baca Juga: Arab Saudi Perketat Aturan Umrah Ramadan, Kemenhaj Ingatkan Travel Indonesia
Di sisi lain, beberapa pejabat pemerintah sempat menyebutkan pencairan THR bakal dilaksanakan bahkan lebih cepat, di pekan pertama Ramadan, memberi peluang pensiunan menerima dana tambahan sebelum lonjakan kebutuhan menjelang Idul Fitri.
Regulasi Dasar dan Komponen THR Pensiunan
THR pensiunan termasuk dalam hak fisik pensiunan aparatur negara berdasarkan aturan yang masih merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025 tentang pemberian THR dan gaji ke‑13 bagi ASN, pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan.
Komponen THR pensiunan di antaranya:
-
Pensiun pokok
-
Tunjangan keluarga
-
Tunjangan pangan
-
Tambahan penghasilan lain sesuai ketentuan
Meski nominal pastinya masih menunggu keputusan pemerintah, banyak analis menilai bahwa THR pensiunan tahun ini akan setara dengan satu bulan pensiun penuh, tergantung golongan terakhir pensiunan sebelum purna tugas.
Pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk THR 2026, yang sebagian dialokasikan untuk pensiunan aparatur negara. Total anggaran yang disiapkan untuk THR aparatur, termasuk ASN aktif hingga pensiunan, diperkirakan mencapai sekitar Rp 55 triliun, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.
Anggaran ini menunjukkan komitmen fiskal pemerintah untuk tetap menopang daya beli para pensiunan di tengah tekanan ekonomi menjelang momen Idul Fitri.
Bagi pensiunan yang ingin memastikan status pencairan, langkah pengecekan bisa dilakukan melalui situs resmi layanan Taspen di portal yang telah disediakan. Umumnya, informasi rincian pembayaran akan muncul secara otomatis setelah pencairan dilakukan oleh Kementerian Keuangan dan Bank Penyalur. (A18)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini