Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Nasional

Iran Memanas, Indonesia Belum Terima Laporan Ancaman terhadap WNI

iran memanas, indonesia belum terima laporan ancaman terhadap wni
Kemenlu RI

Jakarta, Sinata.id – Kementerian Luar Negeri RI memastikan belum menerima laporan adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menghadapi ancaman langsung di Iran, di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan ancaman serangan terhadap negara tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, dalam keterangan tertulis, Senin (23/2), menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran melalui koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran.

Advertisement

Heni menyampaikan bahwa KBRI Teheran secara konsisten memantau keberadaan WNI serta menjaga komunikasi aktif dengan mereka. Hingga saat ini, menurut dia, belum terdapat laporan mengenai WNI yang menghadapi ancaman langsung ataupun situasi yang membahayakan keselamatan.

Baca Juga  Hutan Harus Lestari, Libatkan Masyarakat dalam Pengelolaan

Ia menjelaskan, kondisi di Teheran dan sejumlah kota lain masih terpantau normal dan kondusif. Pemerintah Indonesia juga masih memberlakukan status Siaga 1 untuk wilayah Iran yang telah ditetapkan sejak Juni 2025.

Kemlu, lanjut Heni, telah beberapa kali mengimbau WNI agar mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran secara mandiri apabila kondisi keamanan di wilayah tempat tinggal masing-masing dinilai tidak aman. Pemerintah juga menyiapkan rencana kontingensi sebagai langkah antisipatif.

Baca juga:Iran dan AS Berselisih soal Pencabutan Sanksi Nuklir, Negosiasi Berlanjut

Ia menegaskan seluruh rencana darurat tetap disiagakan, termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Pemerintah turut mengimbau WNI di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau perkembangan situasi terkini, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Teheran.

Baca Juga  Komisi III DPR Soroti Tuntutan Mati ABK Sea Dragon, Minta Evaluasi JPU

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional. Sejumlah negara, antara lain Swedia, Serbia, dan India, telah meminta warganya meninggalkan Iran.

Pekan lalu, Kedutaan Besar India di Teheran mengimbau seluruh warganya, termasuk pelajar dan wisatawan, untuk segera keluar dari Iran melalui penerbangan komersial yang tersedia menyusul eskalasi keamanan.

Ancaman serangan muncul bersamaan dengan berlangsungnya putaran negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir dan rudal balistik Teheran. Presiden Trump disebut ingin mendorong pembatasan program tersebut melalui tekanan politik dan militer.

Di sisi lain, otoritas Iran menyatakan tidak akan menyepakati perundingan yang dilakukan di bawah ancaman serta menegaskan kesiapan menghadapi kemungkinan konfrontasi apabila tekanan terhadap negara itu terus berlanjut. (A58)

Baca Juga  Prabowo Bahas Pengembangan LPDU Bersama Ormas Islam di Istana untuk Perkuat Ekonomi Umat

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini