Info Market CPO
🗓 Update: Rabu, 13 Mei 2026 |18:41 WIB |Volume: 0.5K • 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • DMI • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
14975 14918 (AGM) 14907 (PAA) 15100 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14535 14399 (MNA) 14400 (PBI) 14750 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi transaksi DMI Persaingan harga masih cukup kompetitif antar bidder Tender LOCO PARINDU berakhir WD Tender FOB PALOPO belum terdapat bidder
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Religi

Iman Sejati Bukan Soal Instan: Makna Matius 17:20 tentang Kuasa Iman Seukuran Biji Sesawi

iman sejati bukan soal instan: makna matius 17:20 tentang kuasa iman seukuran biji sesawi
St Ferry SP Sinamo, SH, MH. (istimewa)

Oleh: St Ferry SP Sinamo, SH, MH

Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh tuntutan, banyak orang mengukur iman dari seberapa cepat doa dijawab dan masalah diselesaikan. Padahal, iman sejati tidak diukur dari hasil yang instan, melainkan dari ketekunan untuk tetap percaya meski jawaban belum terlihat.

Advertisement

Pesan ini sejalan dengan ajaran Tuhan Yesus dalam Injil Matius 17:20, ketika Ia berkata bahwa iman sebesar biji sesawi saja mampu memindahkan gunung. Pernyataan tersebut bukan sekadar metafora tentang kekuatan luar biasa, melainkan panggilan untuk membangun keyakinan yang teguh di tengah ketidakpastian.

Iman Bukan Alat Memaksa Tuhan

Sering kali iman dipahami sebagai sarana untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Namun, iman bukanlah alat untuk memaksa Tuhan mengikuti kehendak manusia. Sebaliknya, iman adalah sikap hati yang membuka diri terhadap rencana dan kehendak-Nya.

Baca Juga  Makna Mengasihi Tuhan dengan Tulus: Bukan Sekadar Perasaan, tetapi Komitmen Seumur Hidup

Dalam perspektif iman Kristen, percaya berarti berserah. Ketika seseorang tetap berpegang pada pengharapan meski doa belum terjawab, di situlah kualitas iman sedang diuji dan dimurnikan. Iman yang dewasa tidak bergantung pada situasi, melainkan bertumpu pada karakter Allah yang setia.

Baca juga:Perbuatan Besar Tuhan yang Meneguhkan Iman di Tengah Tantangan Zaman

Gunung di Luar dan Gunung di Dalam

Ayat tentang memindahkan gunung kerap dipahami secara harfiah sebagai kuasa atas persoalan besar. Namun, “gunung” yang dimaksud juga dapat dimaknai sebagai hambatan batin: keraguan, ketakutan, kekecewaan, dan rasa putus asa.

Justru gunung dalam diri inilah yang sering lebih sulit dipindahkan. Ketika seseorang berani melangkah dengan keyakinan, meski hatinya masih bergumul, iman sedang bekerja secara nyata. Perubahan terbesar sering dimulai dari dalam hati sebelum terlihat dalam kenyataan.

Baca Juga  Makna Kerinduan Jiwa kepada Tuhan: Belajar dari Mazmur 63 tentang Haus Akan Allah
iman sejati bukan soal instan: makna matius 17:20 tentang kuasa iman seukuran biji sesawi
Ilustrasi.

Kuasa dalam Hal yang Kecil

Biji sesawi dikenal sebagai salah satu benih terkecil pada masa itu. Namun, dari benih kecil itu dapat tumbuh tanaman yang besar. Pesan ini menegaskan bahwa iman tidak harus tampak spektakuler. Yang terpenting adalah ketulusan dan konsistensi.

Iman kecil yang dipelihara dengan tekun dapat menghasilkan dampak besar. Dalam kehidupan sehari-hari, hal itu tampak melalui kesabaran menghadapi masalah keluarga, keteguhan dalam pekerjaan, serta keberanian menghadapi tantangan tanpa kehilangan pengharapan.

Baca juga:Mempersiapkan Jalan bagi Tuhan: Seruan Pertobatan dan Buah Iman Sejati

Relevansi bagi Kehidupan Masa Kini

Di era modern yang menuntut segalanya serba cepat, pesan tentang iman yang sabar dan tekun menjadi semakin relevan. Tidak semua proses berjalan sesuai harapan, dan tidak semua doa dijawab dengan segera. Namun, iman mengajarkan untuk tetap melangkah sambil mempercayakan hasil akhirnya kepada Tuhan.

Baca Juga  Rahasia Pohon Kehidupan: Hanya Bagi Yang Menang Dalam Peperangan Rohani

Ketika seseorang mampu bertahan dalam keyakinan di tengah badai kehidupan, di situlah iman sejati terlihat bukan pada kemudahan, melainkan pada kesetiaan.

Sebagaimana tertulis dalam Matius 17:20, iman sebesar biji sesawi sanggup memindahkan gunung dan menjadikan yang mustahil menjadi mungkin. Maka, marilah kita memelihara iman dengan rendah hati dan ketekunan, sebab bagi orang yang percaya, tidak ada yang mustahil di hadapan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (A27)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini