Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Hiburan

Tidur Terbagi Saat Ramadhan, Bagaimana Menyiasatinya?

tidur terbagi saat ramadhan, bagaimana menyiasatinya?
Ilustrasi bangun tidur

Jakarta, Sinata.id – Memasuki bulan Ramadhan, perubahan waktu bangun untuk sahur membuat pola tidur banyak orang bergeser. Kondisi ini dinilai berpengaruh langsung terhadap kebugaran tubuh selama menjalani puasa, sehingga pengaturan jam tidur menjadi perhatian penting agar aktivitas harian tetap berjalan optimal.

Perubahan pola makan dan waktu istirahat selama Ramadhan dapat memengaruhi metabolisme serta ritme biologis tubuh. Sejumlah sumber kesehatan menyebutkan bahwa kualitas tidur yang menurun berpotensi berdampak pada berbagai fungsi tubuh.

Advertisement

Informasi dari Healthline menyebutkan, kurang tidur dapat mengganggu sistem saraf pusat, daya tahan tubuh, pernapasan, hingga pencernaan.

Sejalan dengan itu, pengaturan tidur yang lebih terencana selama puasa disarankan untuk menjaga kesehatan. Berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan selama Ramadhan.

Baca Juga  Trailer Bodycam Viral, Film Horor Perspektif Kamera Polisi Tayang 13 Maret 2026

Tidur lebih awal menjadi salah satu langkah utama. Rujukan dari Cleveland Clinic menyarankan agar waktu tidur malam diatur lebih cepat, dengan durasi sekitar empat jam sebelum waktu sahur. Setelah menunaikan salat Subuh, waktu istirahat dapat dilanjutkan kembali sebelum memulai aktivitas pagi.

Baca juga: 5 Amalan yang Dianjurkan untuk Optimalkan Ibadah selama Ramadan

Selain itu, menjaga konsistensi jam tidur dan bangun setiap hari dinilai membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan ritme selama Ramadhan. Pola yang teratur memungkinkan tubuh mencapai kualitas tidur yang lebih baik meskipun durasinya terbagi.

Sumber lain, Johns Hopkins, juga menyebutkan bahwa tidur kembali selama satu hingga dua jam setelah Subuh dapat membantu memenuhi kebutuhan tidur harian, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas sejak pagi.

Baca Juga  Ji Chang Wook di Indonesia: Ikut Kampanye Sosial, Cicipi Pecel hingga Main Padel

Di siang hari, tidur singkat selama 20 hingga 30 menit pada waktu istirahat atau awal sore dapat dimanfaatkan untuk memulihkan energi dan meningkatkan kewaspadaan hingga waktu berbuka.

Pengaturan tidur juga perlu diimbangi dengan pengendalian asupan kafein. Kandungan kafein diketahui dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa jam.

Karena itu, konsumsi minuman berkafein saat berbuka disarankan untuk dibatasi, terutama bagi mereka yang berencana tidur lebih awal di malam hari.

Dengan penyesuaian jam tidur dan kebiasaan istirahat yang tepat, tubuh diharapkan tetap bugar selama menjalani ibadah puasa sepanjang Ramadhan. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini