Info Market CPO
🗓 Update: Selasa, 5 Mei 2026 |14:54 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • LOCO NGABANG • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO LUWU
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15625 15418 15400 - EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
15260 14693 14800 15275 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
15075 14693 14700 15175 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP mendominasi pada transaksi DMI
  • Segmen LOCO masih dalam tekanan harga
  • Belum ada transaksi pada beberapa titik lokasi
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Regional

Angka Kekerasan Anak di Sumut Melonjak, Didominasi Kasus Seksual

angka kekerasan anak di sumut melonjak, didominasi kasus seksual
Dwi Endah

Medan, Sinata.id – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan tren mengkhawatirkan. Data terbaru dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni) mencatat sebanyak 1.975 kasus terjadi sepanjang tahun 2025, dengan mayoritas korban merupakan anak-anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut, Dwi Endah Purwanti, mengungkapkan bahwa dari total kasus tersebut, sebanyak 1.360 korban atau 68,8% adalah anak-anak (905 anak perempuan dan 455 anak laki-laki). Sisanya, sebanyak 615 kasus, menimpa perempuan dewasa.

Advertisement

“Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.822 kasus. Kondisi ini seperti fenomena gunung es; apa yang terlaporkan kemungkinan besar jauh lebih kecil dari realitas sebenarnya di lapangan,” ujar Dwi di Medan, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga  Wabup Nias Selatan Yusuf Nache Ikut Donor Darah Bersama Warga

Dominasi Kekerasan Seksual dan Sebaran Wilayah

Berdasarkan jenisnya, kekerasan seksual menempati urutan tertinggi dengan 775 kasus, disusul kekerasan fisik (643 kasus), dan kekerasan psikis (488 kasus). Sebaran kasus tidak hanya terfokus di kota besar, namun merata hingga ke daerah. Tiga wilayah dengan laporan tertinggi adalah: Gunungsitoli: 213 kasus, Kota Medan: 197 kasus dan Kabupaten Asahan: 174 kasus.

Ancaman Manipulatif Child Grooming

Dinas P3AKB kini memberikan perhatian khusus pada indikasi kasus child grooming. Berbeda dengan kekerasan seksual spontan, child grooming merupakan upaya manipulatif predator untuk membangun ikatan emosional dan kepercayaan dengan anak sebelum melakukan eksploitasi.

“Pelaku membangun hubungan hingga anak merasa tergantung dan lebih memercayai pelaku daripada orang tuanya sendiri. Ini sangat berbahaya karena merusak pola tumbuh kembang dan menciptakan krisis kepercayaan pada anak,” jelas Dwi.

Baca Juga  Gubernur Mualem Terima Bantuan Darurat Rp9 Miliar dari Mensos

Pihaknya saat ini tengah melakukan pemilahan data untuk mengidentifikasi kasus yang masuk dalam kategori grooming guna menentukan langkah penanganan yang lebih spesifik.

Edukasi Seksual dan Peran Orang Tua

Menyikapi situasi ini, Pemprov Sumut mendesak para orang tua untuk lebih proaktif dalam memberikan edukasi seksual sejak dini. Dwi menekankan pentingnya mengajarkan anak mengenai batasan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain dengan bahasa yang sesuai usia.

Selain edukasi, pengawasan terhadap lingkungan pergaulan anak menjadi kunci pencegahan. Orang tua diminta menciptakan ruang komunikasi yang nyaman agar anak tidak mencari perlindungan atau kenyamanan semu dari orang asing.

“Paling penting, orang tua harus menjadi tempat paling aman. Jangan sampai anak merasa asing di rumah sendiri,” tambahnya.

Baca Juga  Parna Setia Siantar Martoba Gelar Syukuran Awal Tahun di Salbe Danau Toba

Dinas P3AKB Sumut menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan hukum, medis melalui visum, hingga konseling psikologis bagi korban. Upaya tegas ini diambil untuk memastikan para predator mendapatkan sanksi hukum maksimal guna memutus rantai kekerasan terhadap generasi muda di Sumatera Utara. (A58)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini