Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
News

Viral Perjuangan Guru di Padang Pariaman, Menembus Sawah dan Bukit Demi Jemput Siswa

viral perjuangan guru di padang pariaman, menembus sawah dan bukit demi jemput siswa

Sumatera Barat, Sinata.id — Sebuah video mengharukan dari pelosok Sumatera Barat menyentuh hati warganet. Tiga guru SMPN 3 Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, viral setelah memperlihatkan perjuangan mereka menembus medan ekstrem demi mengunjungi rumah seorang siswa yang tak lagi hadir di sekolah.

Rekaman berdurasi hampir dua menit itu diunggah akun Instagram @smpntigakayutanam.pdgpariaman. Dalam gambar, ketiga guru tampak berjalan menyusuri pematang sawah, menyeberangi jembatan darurat dari batang kayu, lalu mendaki perbukitan sebelum tiba di rumah anak didik mereka.

Advertisement

“Perjalanan kami mengunjungi rumah salah seorang siswa yang tak kunjung kembali ke sekolah,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga  Viral Pria "Gendong Mayat" di Tambora, Ternyata Hoaks!

Perjalanan itu bukan sekadar dokumentasi, melainkan potret nyata kondisi akses pendidikan di daerah terpencil. Jalan yang dilalui ternyata menjadi satu-satunya rute menuju permukiman tersebut. Saat ditanya warganet mengapa tidak menggunakan kendaraan, pihak sekolah menjelaskan tidak ada jalur alternatif.

“Setahu kami tidak ada jalan lain. Mirisnya, sawah dan sungai yang kami lalui tadi sudah hancur akibat bencana November 2025,” tulis pengelola akun tersebut, merujuk pada banjir dan longsor besar yang melanda Sumatera akhir tahun lalu.

Kondisi itu membuat perjalanan siswa menuju sekolah menjadi perjuangan harian. Warganet pun membanjiri kolom komentar dengan rasa haru dan doa.

“Terima kasih Bapak dan Ibu Guru atas perjuangan menyemangati anak-anak untuk tetap sekolah,” tulis akun @uda*******a.

Baca Juga  Selama Menjabat Kajari Siantar, Jurist Tangani 1.417 Perkara, dan Tuntaskan 15 Kasus Korupsi

“Semoga kelak anak itu sukses. Sehat selalu para guru, balasannya langsung dari Allah,” tulis @dap*******a.

“Semoga para guru selalu diridhoi dan dekat dengan murid-muridnya,” tulis @twi*******a.

Tak sedikit pula yang menyoroti bahaya medan tersebut.

“Nggak kebayang kalau hujan, pasti makin sulit,” tulis @tau*********g.
“Kalau malam hari, pasti lebih menantang,” tambah @lul****a.

Video ini bukan hanya viral, tapi juga menjadi cermin ketimpangan akses pendidikan di daerah terpencil. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini