Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
News

Cemburu Diperlakukan Berbeda, Anak di Tanjung Priok Racuni Satu Keluarga

polisi mengungkap pelaku di balik tragedi satu keluarga tewas diracun di warakas. anak kandung jadi tersangka, motif cemburu dan dendam terungkap.
Polisi mengungkap pelaku di balik tragedi satu keluarga tewas diracun di Warakas. Anak kandung jadi tersangka, motif cemburu dan dendam terungkap. (Ist)

Jakarta, Sinata.id — Satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, tewas. Sosok yang semula dianggap korban kini justru menjadi pelaku. AS (22), anak tengah dalam keluarga itu, resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi memastikan ia meracuni ibu dan dua saudaranya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno mengungkapkan, motif pembunuhan berawal dari rasa iri dan luka batin yang dipendam lama. Pelaku merasa tidak diperlakukan adil di dalam rumahnya sendiri.

Advertisement

“Dari hasil pemeriksaan, motivasinya adalah dendam kepada keluarga karena merasa diperlakukan berbeda dan sering dimarahi oleh ibunya,” kata Onkoseno, Jumat (6/2/2026).

Tiga korban yang tewas adalah SS (50) sang ibu, AAL (27) anak sulung, serta AAB (13) si bungsu. Ayah mereka diketahui telah lebih dulu meninggal dunia, sehingga keluarga itu hanya dihuni oleh sang ibu dan tiga anaknya.

Baca Juga  Oknum Polisi Tega Habisi Dosen Cantik di Bungo Gara-gara Cemburu Buta

Pada awal pengungkapan, AS justru disebut sebagai satu-satunya anggota keluarga yang selamat. Ia ditemukan di rumah dalam kondisi lemah dan sempat dirawat di rumah sakit. Namun, serangkaian pemeriksaan justru mengarah padanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyelidikan mendalam melibatkan berbagai pihak.

“Serangkaian pemeriksaan ini berjalan hingga akhirnya pada 4 Februari, berdasarkan hasil Puslabfor, dokter forensik, bukti toksikologi, serta keterangan saksi,” ujar Budi.

Hasilnya, polisi menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut bukan kecelakaan, melainkan pembunuhan yang direncanakan.

“Berdasarkan seluruh barang bukti dan hasil analisis, kami menetapkan Saudara S sebagai tersangka karena dengan sengaja meracuni ketiga korban,” tegas Budi.

Baca Juga  Dari Parluasan sampai Siatas Barita, 570 Kg Mie Kuning Berformalin Diamankan

Tragedi itu terjadi di rumah kontrakan keluarga di Warakas. Pada Jumat pagi, 2 Januari 2026, ketiga korban ditemukan tergeletak tak bernyawa. Jasad mereka pertama kali diketahui oleh salah satu anak yang baru pulang dari bekerja.

Sementara AS ditemukan masih hidup di lokasi dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Statusnya yang semula sebagai korban kini berubah total, setelah polisi memastikan dialah dalang di balik racun yang merenggut nyawa keluarganya sendiri. [a46]

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini