Jakarta, Sinata.id – Ketidakpuasan terhadap hubungan yang sedang dijalani menjadi alasan utama perempuan melakukan perselingkuhan. Temuan ini terungkap dalam sebuah penelitian tahun 2024 yang menganalisis motivasi di balik perselingkuhan.
Studi terhadap 116 perempuan dan 138 laki-laki yang pernah berselingkuh menunjukkan, sebanyak 64,66% perempuan menyatakan ketidakbahagiaan dalam hubungan sebagai pendorong utama. Alasan ini disebutkan dua kali lebih sering oleh perempuan dibandingkan laki-laki.
Zhanna Vrangalova, seorang pakar psikologi seksual, menyatakan bahwa dinamika perselingkuhan telah berubah dari generasi sebelumnya. “Pada generasi yang lebih tua, laki-laki lebih cenderung berselingkuh. Kini, peluang perempuan dan laki-laki untuk berselingkuh hampir setara,” ujarnya, seperti dikutip dari Good Housekeeping.
Meski ada perbedaan spesifik, Vrangalova menambahkan bahwa tiga alasan umum perselingkuhan bagi kedua gender pada dasarnya sama: kurangnya rasa cinta pada pasangan utama, hasrat seksual, dan faktor situasional.
Penelitian yang dilaporkan Psychology Today tersebut merinci sejumlah alasan lain di balik perselingkuhan perempuan. Sebanyak 22,41% responden perempuan merasa pasangan mereka tidak peduli, sebuah alasan yang disebutkan empat kali lebih sering dibandingkan laki-laki.
Faktor balas dendam setelah mengetahui pasangan selingkuh juga muncul, dengan perempuan lima kali lebih mungkin menyatakan alasan ini. Sebanyak 15,52% perempuan mengaku membalas perselingkuhan pasangan.
Alasan-alasan lain yang terungkap meliputi rasa kebosanan (12,93%), ketidakpuasan secara seksual (8,62%), serta adanya kesempatan karena godaan dari pihak lain (7,76%). Sebagian kecil juga melakukan perselingkuhan untuk mencari validasi diri (6,9%), mengaku mencintai pihak ketiga (6,89%), menyadari hubungan utama akan berakhir (6,03%), atau karena menjalani hubungan jarak jauh (3,45%).
Penelitian ini menggarisbawahi bahwa meski perselingkuhan dapat dipicu ketidakpuasan mendalam terhadap hubungan, sebagian kasus juga terjadi akibat faktor situasional meski hubungan dinilai cukup baik. (A58)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini