Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 7 Mei 2026 |18:20 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 1K DMI • LOCO PARINDU • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (IMT) 15220 (AGM) 15350 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14455 (MNA) 14600 (PBI) 15000 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
15100 14693 14800 15275 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 1K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Harga relatif stabil pada transaksi DMI
  • Selisih harga antar bidder sangat tipis
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Simalungun

Investor Hati-hati Berinvestasi di Simalungun

investor hati-hati berinvestasi di simalungun
Wabup Benny (kanan).

Simalungun, Sinata.id – Rencana investasi di Kabupaten Simalungun dibayangi sikap skeptis para penanam modal. Belum lengkapnya dokumen legalitas serta carut-marutnya manajemen internal Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Agromadear menjadi faktor yang membuat investor memilih untuk bersikap hati-hati sebelum mengucurkan dana.

Kondisi ini terungkap saat Wakil Bupati Simalungun, Benny Gusman Sinaga, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Perumda Agromadear di Kecamatan Tapian Dolok, Senin (12/1/2026).

Advertisement

Benny mengakui bahwa perusahaan plat merah itu belum menunjukkan perkembangan signifikan yang mampu meyakinkan pihak eksternal.

“Kalau ingin investor masuk, kita harus siap. Legalitas harus lengkap, manajemen harus rapi, dan kinerja harus jelas,” terang Benny.

Baca Juga  Cara Investor Pintar Mengatur Uangnya Bekerja 24 Jam

Proyek Pasar Induk Terhambat Administrasi

Direktur Utama Perumda Agromadear, Tri Dharma Sipayung, membenarkan bahwa hambatan utama realisasi pembangunan pasar induk di Jalan Asahan adalah masalah administratif.

Padahal, proyek di atas lahan 6,5 hektare  direncanakan murni menggunakan skema kerja sama investasi selama 25 tahun tanpa menyentuh dana APBD.

Meskipun lahan eks GOR lama telah resmi menjadi aset perusahaan, investor masih menahan diri untuk memulai pembangunan fisik gedung seluas 34.311 meter persegi tersebut.

“Investor pada prinsipnya sudah setuju bekerja sama, namun mereka menunggu kelengkapan legalitas. Jika legalitas sudah lengkap, investor siap membangun,” ungkap Tri Dharma.

Krisis Kepengurusan – Keamanan Internal

Selain persoalan legal formal, stabilitas organisasi di tubuh Perumda Agromadear juga menjadi sorotan.

Baca Juga  Wabup Simalungun Tegaskan Pengawasan dan Kolaborasi dalam Rakon Program Makan Bergizi Gratis

Saat ini, kepengurusan perusahaan dalam kondisi pincang setelah dua dari tiga pengurus yang dilantik memilih untuk mengundurkan diri.

Masalah keamanan internal, seperti hilangnya aset di lingkungan kantor, turut menambah rapor merah tata kelola perusahaan.

Situasi investasi yang tidak menentu ini bahkan membuat Pemerintah Provinsi memberikan rekomendasi agar proyek pasar induk tersebut dimasukkan ke dalam skema investasi Investment Project Ready to Offer (IPRO) guna memastikan kelayakan dan keamanan bagi investor. (SN14)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini