Info Market CPO
🗓 Update: Kamis, 30 April 2026 |18:09 WIB |Volume: 0.5K • 0.3K • 0.2K DMI • FOB TDUKU • LOCO PARINDU • LOCO KEMBAYAN • LOCO NGABANG • LOCO LUWU
HARGA CPO (WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15400 (AGM) 15450 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15312 15225 (KJA) 15205 15450 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.5K · FOB TDUKU
15112 (PRISCOLIN) 14995 (MM) 15000 (AGM) 15250 - WD
N6 N4 (N6)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14787 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.3K · LOCO KEMBAYAN
14762 14490 (MNA) 14500 (PBI) 15000 - WD
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO NGABANG
14947 14490 (MNA) 14600 (PBI) 15100 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 0.5K · LOCO LUWU
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • Pasar cenderung melemah pada beberapa lokasi LOCO
  • Persaingan harga cukup ketat antar bidder
  • Masih terdapat beberapa grade tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Advertisement
Model
Dunia

Polisi Iran Klaim Situasi Nasional Kembali Tenang Usai Gelombang Kerusuhan

polisi iran klaim situasi nasional kembali tenang usai gelombang kerusuhan
Polisi Iran Klaim Situasi Nasional Kembali Tenang Usai Gelombang Kerusuhan

Teheran, Sinata.id — Otoritas Iran mengklaim situasi keamanan dan sosial di berbagai wilayah negara tersebut telah kembali kondusif, sehari setelah gelombang kerusuhan publik meluas dan mengguncang sejumlah kota besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kepolisian Iran, Saeed Montazer Al-Mahdi, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, Jumat (9/1/2026). Ia menegaskan bahwa kondisi di lapangan saat ini berada dalam kendali aparat keamanan.

Advertisement

“Berdasarkan pengamatan di lapangan, situasi sosial di berbagai kota di seluruh negeri sudah kembali tenang,” ujar Al-Mahdi.

Baca juga:Gunung Berapi Taftan di Iran Tunjukkan Aktivitas Setelah 700 Ribu Tahun “Tidur”

Menurutnya, hanya terdapat sejumlah kecil insiden di beberapa wilayah yang melibatkan kelompok-kelompok yang oleh aparat keamanan dikategorikan sebagai “teroris”. Ia memastikan bahwa gangguan tersebut tidak lagi berskala luas dan tidak mengancam stabilitas nasional.

Gelombang protes di Iran mulai pecah sejak akhir Desember 2025, dipicu melemahnya nilai mata uang nasional, rial Iran, yang berdampak signifikan terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok. Tekanan ekonomi tersebut memicu ketidakpuasan publik dan berujung pada aksi demonstrasi di sejumlah kota besar.

Sebelumnya, media-media Iran melaporkan terjadinya perusakan fasilitas umum dan properti negara di Teheran. Wali Kota Teheran, Alireza Zakani, menyebut aksi kekerasan terjadi pada 8 Januari, termasuk pembakaran bus dan truk pemadam kebakaran, serta penyerangan terhadap bank dan fasilitas pasukan keamanan.

Situasi internal Iran turut menjadi sorotan internasional. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berulang kali melontarkan pernyataan keras terhadap otoritas Iran di tengah berlangsungnya protes.

Trump menegaskan Washington akan “terlibat” dan mengancam akan “menghantam dengan sangat keras titik lemah Iran” apabila demonstran terbunuh dalam kerusuhan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan ancaman itu tidak mencakup pengerahan pasukan darat.

Di tengah ketegangan politik, Iran juga menghadapi tekanan ekonomi serius. Bank Sentral Iran mencatat tingkat inflasi tahunan mencapai 38,9 persen. Sementara itu, nilai tukar dolar AS di pasar tidak resmi melonjak tajam dari sekitar 50.000 rial sebelum penarikan AS dari kesepakatan nuklir pada 2018, menjadi sekitar 1,4 juta rial di pasar terbuka.

Baca juga:Setelah Venezuela, Trump Sebut Target Selanjutnya Kuba, Kolombia, Meksiko, dan Iran

Baca Juga  Trump Bicara Langsung dengan Petro, Bahas Narkoba hingga Kunjungan ke Gedung Putih

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan Republik Islam tidak akan mundur menghadapi gelombang protes. Ia menyebut kerusuhan sebagai upaya merusak stabilitas negara dan menuding adanya campur tangan pihak asing.

Sementara itu, sejumlah kelompok hak asasi manusia melaporkan adanya korban jiwa dalam rangkaian protes yang telah berlangsung hampir dua pekan terakhir. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat secara damai, serta pemerintah berkewajiban melindungi hak tersebut.

Hingga kini, aparat keamanan Iran masih memberlakukan pembatasan akses internet di sejumlah wilayah sebagai langkah pengendalian situasi dan untuk mencegah meluasnya kerusuhan. (A02)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini