Pematangsiantar, Sinata.id – Knz, Bocah 7 tahun tertimbun tanah pada proyek pemerataan lahan di Jalan Tambun Timur, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.
Bocah itu ditemukan tewas pada hari ke-2 sejak keberadaannya tidak diketahui (hilang). Atau, sejak tidak pulang ke rumah pada Rabu 31 Januari 2025.
Korban ditemukan Kamis 1 Januari 2026 malam, sekira pukul 20.00 WIB, di dalam timbunan tanah pada lokasi proyek pemerataan lahan.
Informasi yang dihimpun dari warga, Jumat 2 Januari 2026 sore, korban Knz masih berusia 7 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
Jumiin, salah satu warga sekitar lokasi proyek mengatakan, ia merupakan salah satu warga yang turut mencari keberadaan korban sejak disebut hilang.
Katanya, warga sekitar mulai menaruh curiga, kalau korban tertimbun tanah proyek, ketika Anto (juga warga sekitar) bercerita, bahwa pada Rabu 31 Desember 2025 sekira pukul 16.30 WIB, ada melihat korban berada di lokasi proyek.
“Ada warga yang melihat, jam-jam setengah lima (pukul 16.30 WIB) gitu, kalau anak itu ada di sini (lokasi proyek),” ucap Jumiin.
Beranjak dari informasi tersebut, Kamis 1 Januari 2025 sore, warga beramai-ramai melakukan pencarian, dan menemukan sepasang sandal yang dipakai korban.
Dengan ditemukannya sandal tersebut, kata Jumiin, warga merasa yakin kalau korban tertimbun tanah di lokasi proyek.
Lalu warga pun mendesak Lurah Tambun Nabolon dan pihak kepolisian yang ada di lokasi, meminta pihak ketiga yang mengerjakan proyek, agar menggunakan alat beratnya untuk melakukan penggalian.
Setelah terjadi perdebatan sejak Kamis sore, akhirnya pada Kamis malam dilakukan penggalian di lokasi sekitar penemuan sandal korban.
Benar saja, tidak terlalu lama setelah dilakukan penggalian, jasad bocah 7 tahun itu pun ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
“Korban ditemukan, posisinya seperti tengkurap gitu. Tapi tidak tengkurap kali lah, agak naik gitu, seperti mau berdiri atau jongkok gitu,” tutur Jumiin, dibenarkan warga lainnya.
Jumiin dan warga lainnya menduga, korban tertimbun tanah yang dibuang dari dump truck pada lokasi proyek.
Katanya, ada sekira 3 atau 4 unit dump truck yang beroperasi untuk proyek pemerataan lahan di Jalan Tambun Timur tersebut. “Hanya saja dump truck yang mana, belum diketahui,” sebutnya.
Sementara warga lainnya menyebut, proyek pemerataan lahan dikerjakan oleh Pringadi, untuk membangun perumahan. Sedangkan di lokasi penemuan korban telah dipasang garis polisi (police line). (*)









Jadilah yang pertama berkomentar di sini