Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
News

Cuma Berbekal YouTube, Dokter Gadungan Nekat Bedah Pasien hingga Tewas

cuma berbekal youtube, dokter gadungan nekat bedah pasien hingga tewas
Gambar ilustrasi. AI

New Delhi, Sinata.id – Sebuah praktik medis ilegal yang mencekam telah mengguncang distrik Barabanki, Uttar Pradesh, setelah seorang wanita meninggal dunia di meja operasi yang dikelola oleh seorang dokter gadungan.

Ironisnya, pelaku diduga nekat melakukan prosedur bedah sambil merujuk panduan dari video YouTube, dan bahkan dicurigai berada di bawah pengaruh minuman keras.

Advertisement

Korban, Munisha Rawat, dirawat di klinik tanpa izin yang dikenal sebagai Shri Damodar Aushadhalaya pada 5 Desember 2025, setelah mengeluhkan sakit perut yang parah.

Suaminya, Fateh Bahadur, membawanya ke fasilitas yang dijalankan oleh dua pria, Gyan Prakash Mishra dan Vivek Mishra.

Diagnosis Kilat, Biaya Setengah Harga

Gyan Mishra, yang bertindak sebagai operator utama, dengan cepat mendiagnosis Munisha menderita batu ginjal dan menyarankan operasi segera.

Baca Juga  Konsultan Hukum Asal Pematangsiantar Gugat UU PDP ke MK, Soroti Kekosongan Lembaga Pelindungan Data

Biaya awal yang ditawarkan sebesar Rs 25.000 (sekitar Rp 4,6 juta) kemudian diturunkan menjadi Rs 20.000 (sekitar Rp 3,6 juta) setelah negosiasi.

Tragedi tak terhindarkan itu dimulai keesokan harinya saat prosedur bedah dilakukan.

Menurut laporan yang sangat mengejutkan, Gyan Mishra disebut-sebut menonton video YouTube secara langsung di tengah-tengah operasi sebagai panduan praktis.

Kesalahan Fatal

Dalam kondisi yang diduga sangat tidak profesional—termasuk kecurigaan bahwa ia mabuk—Gyan melakukan serangkaian kesalahan fatal.

Ia dilaporkan memotong saraf penting pasien, membuat sayatan perut yang terlalu dalam, serta melukai usus kecil dan kerongkongan Munisha Rawat.

Komplikasi serius akibat tindakan sembrono itu membuat Munisha mengalami sakit yang luar biasa dan akhirnya meninggal dunia sehari setelah operasi yang mengerikan itu.

Baca Juga  Usai Berdamai, Kapolri Harus Menindak Odong-odong yang Tidak Sesuai Aturan di Siantar

Pasien Ditinggalkan Kritis

Setelah menyadari kondisi pasien yang kritis dan tak tertolong, kedua pemilik klinik tersebut mengambil tindakan pengecut: mereka melarikan diri, meninggalkan Munisha yang sedang berjuang melawan maut.

Fateh Bahadur, suami korban, segera melaporkan kejadian memilukan ini kepada pihak berwajib. Ketika petugas tiba di lokasi, klinik Shri Damodar Aushadhalaya telah kosong dan disegel.

Jenazah Munisha Rawat telah diautopsi, sementara polisi telah mendaftarkan kasus terhadap Gyan Prakash Mishra dan Vivek Mishra atas tuduhan pembunuhan tidak disengaja serta pelanggaran Undang-Undang SC/ST.

“Para tersangka saat ini buron, tetapi kami akan segera menangkap mereka,” tegas Pejabat Polisi Senior, Amit Singh Bhaduria, mengonfirmasi kepada India Today seraya menambahkan bahwa klinik tersebut telah ditutup secara permanen.

Baca Juga  Menteri KKP Mendadak Pingsan saat Pimpin Penghormatan Korban Pesawat ATR 42-500

Investigasi mendalam terus dilakukan untuk mengungkap jaringan praktik kedokteran ilegal yang membahayakan nyawa warga di wilayah Barabanki. (*)

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini