Info Market CPO
🗓 Update: Jumat, 8 Mei 2026 |15:34 WIB |Volume: 0.5K • 0.2K • 2.6K DMI • LOCO NGABANG • LOCO KEMBAYAN • LOCO PARINDU • FOB PALOPO
HARGA CPO (ACC/WD)
Grade EUP WNI IBP CTR Winner
N5 N4 (N5)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15200 (TON) 15131 (AGM) 15275 - WD
N3 N4 (N3)
Vol: 0.5K · DMI
15222 15100 (IMT/KJA) 15131 (AGM) 15275 KJA ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO NGABANG
14782 14675 (MNA) 14500 (PBI) 14925 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.5K · LOCO KEMBAYAN
14772 14525 (MNA) 14400 (PBI) 14825 EUP ACC
N13 N4 (N13)
Vol: 0.2K · LOCO PARINDU
14782 14600 (MNA) 14500 (PBI) 14925 - WD
N14 N4 (N14)
Vol: 2.6K · FOB PALOPO
- - - - - NO BIDDER
Catatan Pasar
  • EUP masih mendominasi pada beberapa titik LOCO
  • Persaingan harga di DMI berlangsung ketat
  • Masih terdapat lokasi tanpa penawaran
👥Sumber: Internal Market CPO
Model
Regional

Waspada Cuaca Ekstrem di Sumut hingga 15 Desember

waspada cuaca ekstrem di sumut hingga 15 desember
Pengemudi becak motor (betor) menembus air yang menggenang di Jalan Denai , Medan, Sumatera Utara. 

 

Medan, Sinata.id– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Sumatra Utara (Sumut) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada 8-15 Desember 2025.

Advertisement

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan potensi ini dipicu oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer. Salah satu pemicu utama adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudera Hindia barat daya Lampung.

“BMKG mengidentifikasi adanya Bibit Siklon Tropis 91S yang mengakibatkan belokan angin dan pertemuan massa udara atau konfluensi di wilayah Sumatera Utara,” ujar Hendro Nugroho di Medan Senin, 8 Desember 2025.

Kondisi ini diperkuat oleh aktivitas gelombang atmosfer dan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di sekitar pusat sirkulasi siklon. Faktor pendukung lain adalah Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang masih aktif hingga akhir Desember 2025, suhu muka laut yang hangat (29-30°C), serta kelembapan udara tinggi di seluruh lapisan atmosfer.

Baca Juga  Yonif TP-954 Naga Berkisar Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Nantinya

Kombinasi faktor-faktor tersebut, lanjut Hendro, akan meningkatkan pasokan uap air dan berpotensi memicu pembentukan awan hujan skala luas, khususnya di daerah pantai barat Sumatra Utara.
BMKG memetakan sejumlah wilayah yang berisiko mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, disertai kilat/petir dan angin kencang:

Wilayah Pantai Barat dan Kepulauan: Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga.

Wilayah Tengah dan Selatan: Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara.

Wilayah Timur dan Danau Toba: Kabupaten Langkat, Kota Medan, Kota Binjai, Deli Serdang, Karo, Simalungun, Samosir, Serdang Bedagai, Kota Pematang Siantar, Labuhanbatu Selatan.

Baca Juga  Perubahan APBD Sumut 2025 Diajukan dalam Rapat Paripurna DPRD

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi. Untuk informasi terpercaya, dapat menghubungi layanan kami di call center 0821-6804-3653 atau email bbmkgl@bmkg.go.id,” tegas Hendro Nugroho.

Masyarakat juga dapat memantau update terkini melalui media sosial resmi BBMKG Wilayah I Medan di @infobmkgsumut dan website bmkg.go.id. (A1)

 

Advertisement

Komentar

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini