Tapteng, Sinata.id– Pasca banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah besar wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, dan masi banyak wilayah yang sulit diakses, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu memperpanjang masa tanggap darurat hingga 14 hari ke depan.
“Kemarin rapat kordinasi dengan BNPB, kemudian Basarnas, dan juga Forkopimda, kita putuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat 14 hari kedepan,” ujar Masinton kepada sejumlah wartawan di Pandan, Senin (8/12/2025).
Penetapan perpanjangan masa tanggap darurat itu kata Masinton, dipicu masi banyaknya titik terjadinya bencana yang hingga saat ini masi sulit diakses. Sesuai data yang diperolehnya, masi ada 19 Desa yang kondisinya belum dapat dijangkau atau akses.
“Selama ini hanya menggunakan jalur udara, jalan kaki itu harus ditempuh berjam-jam, maka itu kemudian masi ada puluhan (korban) lainnya dalam pencarian,” kata Masinton.
Ia menuturkan, hingga hari ini data korban jiwa yang ditemukan akibat banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah yang dipimpinnya itu telah mencapai 110 orang yang meninggal dunia.
“Sekitar 18 ribu warga Tapteng mengungsi, ada di titik pengungsian, dan ada menumpang di rumah kerabat, famili, teman, dan saudaranya,” tuturnya.
“Jadi atas dasar pertimbangan itu, kami perpanjang masa status tanggap darurat,” tambah Masinton. (A1)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini