Simalungun, Sinata.id β Pentas Seni Budaya Simalungun yang menampilkan lomba Tor-Tor dan fashion show di Lapangan Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, berhasil menarik ratusan peserta dan pengunjung pada Minggu (30/11/2025).
Acara yang digagas Rumah Baca Pelita Bangsa itu disebut menjadi salah satu upaya paling aktif dalam menghidupkan kembali tradisi Simalungun di tengah gempuran modernisasi.
Pemerintah Kabupaten Simalungun menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan. Kepala Dinas Kominfo, Andri Rahadian, yang hadir mewakili bupati, menegaskan bahwa kegiatan seni budaya tetap menjadi prioritas untuk dilestarikan.
βAnak-anak harus terus diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Pemerintah berharap seni budaya Simalungun dapat diwariskan secara berkelanjutan,β ujar Andri.
Ia menambahkan, sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Pendidikan, Pariwisata, Kesehatan, hingga Kominfo dilibatkan untuk memastikan kegiatan budaya tetap berjalan dan didukung masyarakat.
Pemerintah daerah, kata Andri, mengharapkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga dapat menguatkan keberlangsungan budaya lokal.
Dari sisi penyelenggara, Founder Rumah Baca Pelita Bangsa, Fransius Sipayung, menyerukan pentingnya kembali merawat identitas budaya yang kian terpinggirkan.
Ia mengajak peserta menjadikan kegiatan itu sebagai momentum mempererat hubungan sosial sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur.
βBudaya adalah akar, pendidikan adalah sayap. Jangan biarkan budaya kita tinggal sebagai cerita lama,β ujarnya.
Pentas seni tersebut menampilkan beragam pertunjukan khas Simalungun dari berbagai kelompok peserta. Kehadiran unsur Forkopimcam Panei, perwakilan Kejari Simalungun, BPJS Ketenagakerjaan, serta perwakilan sejumlah dinas turut memperkuat pesan bahwa pelestarian budaya menjadi agenda bersama. (*)










Jadilah yang pertama berkomentar di sini